Oleh: museumku | 25 Oktober 2015

Anugerah bagi Pelestari: Kerja Lintas Sektor Menyelamatkan Cagar Budaya

Anugerah-01KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan (tengah) menyerahkan piala dan piagam kepada para peraih Anugerah Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman di Jakarta, Jumat (2/10).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan bagi pelestari cagar budaya dan permuseuman, Jumat (2/10) di Jakarta. Sebelumnya, hal serupa disampaikan kepada 43 tokoh laku budaya dan institusi sehingga penganugerahan itu diapresiasi.

“Anugerah penghargaan terhadap para tokoh yang terlibat dalam kegiatan kebudayaan dan pelestarian berbagai produk kebudayaan semacam ini mendapat apresiasi banyak pihak. Ini semoga dapat diteruskan,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan sebelum menyampaikan Penganugerahan Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman di Museum Nasional, Jakarta, kemarin malam.


Kategori

Untuk pelestari cagar budaya dibagi ke dalam tiga kategori. Kategori pertama, Juru Pelihara Cagar Budaya Terbaik meliputi Zaki Munawar sebagai Juru Pelihara Candi Cangkuang dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang. Rakhmad Suparman, Juru Pelihara Benteng Keraton Buton, BPCB Makassar.

Bondan Siswanto, Juru Pelihara Candi Penataran di Blitar, BPCB Jawa Timur. Jayadi, Juru Pelihara Candi Badut di Malang, BPCB Jawa Timur. Sugrahanuddin, Juru Pelihara Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, BPCB Jambi.

Kategori kedua, Pelestari Cagar Budaya Terbaik untuk dua orang meliputi Albertus Kriswandhono untuk pelestarian kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, dan Dwi Cahyono dari Malang, Jawa Timur, yang aktif melalui kegiatan Malang Tempo Dulu dengan mengumpulkan benda-benda bersejarah di kota itu.

Kategori ketiga untuk Pemerintah Kabupaten dan Kota Pelestari Cagar Budaya Terbaik, yaitu Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Untuk permuseuman dibagi dua kategori. Kategori pertama, Museum Terbaik untuk Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, Museum 10 November Surabaya, Museum Konferensi Asia Afrika Bandung, dan Museum ARMA, Ubud, Bali.

Kategori kedua, Pemerintah Peduli Museum untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur.

Menurut Kacung, penganugerahan itu, selain memberikan dorongan bagi para pengelola, juga turut menyosialisasikan cagar budaya dan permuseuman kepada publik. Setiap penerima diberikan Rp 30 juta.

Kriswandhono mengatakan, penganugerahan itu sekaligus menunjukkan dibutuhkannya kerja lintas sektor untuk menyelamatkan cagar budaya yang selama ini diabaikan. Kriswandhono merintis penelusuran benteng Kota Lama Semarang, yang kini dialihfungsikan warga untuk berbagai keperluan.

Bagi para juru pelihara, cagar budaya merupakan kekayaan sejarah. Jayadi mengatakan, Candi Badut berdasarkan Prasasti Dinoyo berangka tahun 760 Masehi sebagai candi tertua di Jawa Timur. Bondan Siswanto menuturkan, Candi Penataran di Blitar sebagai area percandian yang terluas di Jawa Timur. (NAW)

(Kompas, Sabtu, 3 Oktober 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: