Oleh: museumku | 19 Oktober 2016

Pameran Jati Diri: Periskop Sejarah Seni Rupa Indonesia

lukisan-01Lukisan-lukisan bersejarah di Museum Seni Rupa dan Keramik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara resmi membuka pameran lukisan bertajuk “Jati Diri: Periskop Sejarah Seni Rupa Indonesia” di Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia. Pameran tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia 12 Oktober 2016.

Pembukaan pameran ditandai dengan pengaktifan aplikasi augmented reality oleh Ahok terhadap lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, lukisan akan memiliki ilusi seolah-olah bergerak dan hidup.

“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman dari Yayasan Mitra Museum. Kami punya koleksi bagus banget,” ujar Ahok dalam sambutannya. Museum Seni Rupa dan Keramik beralamat di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Kota.

lukisan-02

Lukisan-lukisan bersejarah di Museum Seni Rupa dan Keramik

Ahok mengatakan bahwa Jakarta memiliki koleksi lukisan yang cukup banyak dan bernilai seni tinggi. Ahok lalu membandingan Jakarta dengan Singapura. Kata Ahok, Singapura memiliki museum yang cukup bagus dan canggih, namun kekurangan karya lukis. Sedangan Jakarta memiliki sekitar 400 karya lukisan, namun karena pengelolaannya kurang baik, lukisan-lukisan tersebut hanya teronggok di gudang penyimpanan. Untuk itu, lewat Yayasan Mitra Museum Jakarta, akan dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap bangunan dan juga pengelolaan organisasi museum.

Menurut Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Esti Utami, pameran ini diselenggarakan dalam rangka Festival Museum Seni 2016 dan didedikasikan untuk mengapresiasi para penyumbang koleksi awal Balai Seni Rupa pada 1976. Setelah bergabung dengan Museum Keramik, namanya menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik. Peristiwa penggabungan terjadi pada 1990.

“Saya berharap pameran ini dapat menjadi bahan apresiasi bagi seniman, kalangan akademisi, pelajar, dan masyarakat luas, serta memberi inspirasi dalam mengembangkan kreativitas,” kata Esti.

Pameran menampilkan 25 lukisan dan 10 sketsa. Ke-25 koleksi lukisan tersebut merupakan karya dari 16 seniman tersohor, yaitu Abas Alibasyah, Achmad Sadali, Affandi, Basoeki Abdullah, Batara Lubis, Dullah, Emiria Sunassa, Haryadi S, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, Muchtar Apin, Nashar, Rusli, Srihadi, Trubus dan S. Soedjojono. Sementara 10 sketsa yang dipamerkan merupakan hasil karya dari Henk Ngantung, pelukis sekaligus Gubernur Jakarta periode 1964-1965.

Pameran ini digelar hingga 31 Januari 2017, berlangsung setiap hari pukul 09.00 – 15.00 WIB, kecuali Senin museum tutup. Untuk menikmati pameran ini, pengunjung cukup membayar Rp 5000 (dewasa), Rp 3000 (mahasiswa) dan Rp 2000 (pelajar/anak-anak).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: