Oleh: museumku | 5 Februari 2011

Museum Purbakala Terancam Hancur

seputar-indonesia.com, Jumat 4 Februari 2011 – Para arkeolog menyerukan perhatian mendalam kemarin setelah kerusuhan berdarah meletus di sekitar Museum Nasional Mesir di Kairo.

Di museum tersebut terdapat sarkofagus emas milik Raja Tutankhamun dan benda berharga lainnya. Situs-situs dan ajang percakapan di internet mempeributkan kerusuhan yang mengakibatkan lemari kaca pecah dan benda-benda purbakala rusak, termasuk dua mumi. Dua mumi berusia 2.000 tahun di Museum Mesir, Kairo, dirusak para penjarah pekan lalu. Mereka merobek bagian kepala mumi tersebut.

Selain itu, para penjarah itu juga merusak beberapa relik di museum dan mencoba membawa kabur beberapa artifak. Banyak benda-benda kuno di pusat penyimpanan di Qantara itu juga dicuri orang tak bertanggung jawab.Kemudian,ada juga laporan penjarahan di nekropolis (pekuburan besar kota kuno) Saqqara. Aksi pencurian di Museum Nasional Mesir di Lapangan Tahrir, Kairo,itu memang berhasil digagalkan para pengunjuk rasa antipemerintahan yang langsung membentuk rantai manusia untuk mencegah aksi pencurian lebih lanjut.

Militer kemudian juga disiagakan di luar dan dalam museum untuk pencegahan lebih lanjut. DariLondon,pihakMuseumInggris mengungkapkan, Museum Mesir memiliki benda-benda kuno yangsangatpentingbagiwarisandunia.“ Ini merupakan masalah besar yang harus diperhatikan terhadap benda yang tak tergantikan dan harus dilindungi keberadaannya demi generasi mendatang,” demikian keterangan Museum Inggris. Di Paris, Louvre,museum ternama Prancis, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengikuti perkembangan nasib museum Mesir.

Sekelompok tim arkeolog Prancis yang melakukan penggalian di Saqqara memutuskan untuk kembali ke Prancis akibat akses ke situs tersebut telah ditutup karena alasan keamanan. Ketua Badan urusan Pendidikan dan Budaya PBB (UNESCO) Irina Bokova memohon kepada semua pihak untuk melindungi kekayaan purbakala Mesir dan mengamankan situs-situs bersejarah. “Warisan budaya Mesir, baik monumen dan artifak, merupakan bagian dari warisan kuno yang harus disimpan,”katanya.

Bokova mengungkapkan, sekitar 120.000 benda kuno di Museum Mesir di Kairo memiliki nilai yang tak dapat ditaksir, bukan hanya secara ilmiah tetapi juga keuangan.“ Karena itu, semua merepresentasi identitas budaya rakyat Mesir,”katanya. Sementara, Menteri Kepurbakalaan yang baru ditunjuk, Zahi Hawass, kemarin berjanji melindungi benda-benda kuno di museum.

Dia menuturkan,insiden perusakan dan pencurian di Museum Mesir itu mengakibatkan 70 benda mengalami kerusakan dan semuanya bisa diperbaiki. “Saya ingin agar semua orang tahu bahwa setelah sembilan hari demonstrasi, museum dalam kondisi yang aman. Jika terjadi sesuatu, saya akan mengumumkannya,”ujar Hawass. Hawass mengungkapkan, tim pemadam kebakaran dan aparat kepolisian telah ditempatkan di dekat museum dan siap bertindak jika dibutuhkan.

Dalam blog pribadinya,Hawass menampilkan sejumlah pasukan militer yang siaga di kantornya di Museum Mesir. Dia juga menambahkan, tidak ada kerusakan atau pencurian di Saqqara.Tetapi,enam kotak benda kuno telah dicuri di Qantara. Dia tidak menyebutkan berapa jumlah benda kuno yang hilang.Tetapi, sekitar 288 benda kuno,kata dia,telah dikembalikan.

Adapun detail insiden perusakan Museum Mesir, Hawass mengungkapkan, para penjarah memasuki museum dengan tali melalui kubah kaca di atap. Mereka bermaksud menjarah barangbarang antik. Sementara,hal yang paling menakutkan bagi Hawass adalah bila gedung partai berkuasa yang dibakar massa roboh.“Sungguh saya takut bila gedung itu hancur,museum ini pasti kena runtuhan bangunannya,” katanya.Gedung partai dan museum memang saling bersebelahan.

Direktur Museum Metropolitan New York Thomas Campbell juga tak bisa membayangkan bila Museum Mesir dijarah atau hancur. “Koleksi museum tersebut tidak ternilai harganya,” kata Campbell. Menurut Campbell, barang bersejarah di sana adalah catatan bagi peradaban manusia. Di antaranya, berbagai patung dan naskah kuno. “Bila sampai hancur atau terbakar, sebuah kehilangan besar bagi sejarah peradaban manusia,” ujarnya.

Banyak spekulasi yang berkembang terkait usaha pencurian di Museum Mesir pekan lalu.Kepada radio RTL, arkeolog Prancis Jean- Pierre Corteggiani menuturkan, usaha itu tampaknya merupakan operasi untuk mendiskreditkan gerakan penggulingan Presiden Hosni Mubarak.

Di Berlin,Friederike Seyfried, direktur Museum Egyptologi–yang menaungi patung dada Nefertiti– memaparkan, para pakar Mesir mengkhawatirkan kabar yang beredar belakangan ini. “Saya sudah beberapa kali berusaha bergabung dengan rekan-rekan saya di Kairo, tapi cukup dipahami bahwa mereka punya banyak pekerjaan yang lebih penting daripada menjawab panggilan dari Berlin,”paparnya. (AFP/Rtr/andika hm)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori