Oleh: museumku | 15 Agustus 2010

Museum Dapat Pengakuan Positif

Keterlibatan Masyarakat Menghapus Kesan Angker


Kompas Jawa Barat, Rabu, 11 Agustus 2010
– Tiga museum di Bandung mendapat pengakuan positif karena mampu mendekatkan diri kepada masyarakat. Ketiganya tidak sekadar menjadi tempat pameran benda kuno dan bersejarah, tetapi juga tuan rumah beragam kegiatan.

Ketiganya adalah Museum Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Museum Konferensi Asia Afrika yang merupakan bagian dari Kementerian Luar Negeri, serta Museum Sri Baduga yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Direktur Program Bandung Creative City Forum Fiki Chikara Satari, Selasa (10/8) di Bandung, mengatakan, Museum KAA menjadi bagian penting pembangunan karya kreatif di Bandung. Sebagai tempat bersejarah di Kota Bandung, Museum KAA mau membuka diri sebagai tuan rumah beragam kegiatan yang melibatkan komunitas kreatif.

Beberapa kegiatan teranyar adalah Festival KAA dan Konferensi Artepolis 3. Selain itu, ada Semarak.BDG, temu karya kreatif Kota Bandung yang menempatkan Museum KAA sebagai pusat kegiatan. Salah satunya adalah video mapping “Nyala Merdeka” yang menggabungkan unsur grafis dan arsitektur gedung.

Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PCCI) Kota Bandung Djumono Siswowiyono mengatakan hal serupa. Awal Agustus 2010 PPCI Kota Bandung menggunakan Museum Sri Baduga sebagai tuan rumah penyelenggaraan Hari Anak Nasional bagi penyandang cacat. Ia berharap keterbukaan Museum Sri Baduga ditiru tempat publik lain.

Kepala Museum KAA Isman Pasha mengatakan, revitalisasi museum yang fokus pada perbaikan layanan dan pemuasan pengunjung harus dilakukan. Hal itu diupayakan dengan menggelar banyak program yang melibatkan masyarakat dan menjalin kerja sama dengan komunitas kreatif kota.

Data Museum KAA menyebutkan, peningkatan kunjungan wisatawan nusantara cukup signifikan. Tahun 2008 wisatawan nusantara mencapai 4.580 orang dari total 109.971 wisatawan. Tahun 2009 jumlahnya meningkat menjadi 18.180 orang dari total 113.956 wisatawan. Hingga April 2010 jumlah wisatawan nusantara sudah mencapai 5.486 orang dari total kunjungan 41.554 orang.

Kepala Museum Sri Baduga Pramaputra mengatakan, keinginan masyarakat menggunakan museum sebagai tempat beraktivitas harus didukung banyak pihak, khususnya pemerintah daerah. Pemerintah daerah bisa ikut mempromosikan keberadaan museum kepada masyarakat.

Menurut Kepala Museum Geologi Yunus Kusumabrata, keterlibatan masyarakat dalam beragam hal bermanfaat menghapus citra museum sebagai tempat angker dan eksklusif. Hal itu dibuktikan dengan adanya Forum Peduli Museum di Museum Geologi yang akan diresmikan awal bulan ini. Yunus berharap anggota forum yang sebagian besar masyarakat umum itu bisa memanfaatkan dan mempromosikan museum benda geologis terbesar di Indonesia ini. (CHE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: