Oleh: museumku | 21 Juli 2015

Museum Subak

Subak-01Papan penunjuk menuju Museum Subak

Subak telah ada sejak abad ke-11 dan berkembang hingga kini, merupakan organisasi yang mandiri didasarkan atas landasan filsafat yang kekal yaitu “Tri Hita Karana”, tiga penyebab kebahagiaan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan manusia (pawongan), dan manusia dengan alam (pelamahan).

Pada awalnya seorang ahli adat dan agama, I Gusti Ketut Kaler mencetuskan pemikiran untuk melestarikan lembaga adat Subak sebagai warisan budaya bangsa yang luhur. Gagasan tersebut dicetuskan pada 17 Agustus 1975. Gagasan “Cagar Budaya Museum Subak”, timbul seiring perkembangan untuk mempertahankan salah satu wilayah subak yang masih asri dan lestari untuk dijadikan semacam cagar budaya.

Gagasan ini selanjutnya menjadi cikal bakal pendirian Museum Subak. Perencanaan pendirian Museum Subak antara lain diutamakan untuk membangun tempat penyimpanan peralatan dan benda-benda yang ada kaitannya dengan usaha tani serta kehidupan subak. Rumah petani tradisional yang mengikuti segala aturan pembangunan asta bumi dan asta kosala-kosali, serta tata ruang dan tata letak menurut tradisi masyarakat di Bali.

Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra meresmikan Museum Subak pada 13 Oktober 1981. Museum Subak terletak di Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Kabupaten Tabanan terpilih untuk tempat mendirikan museum karena merupakan lumbung berasnya Bali dan memiliki subak terbanyak serta terluas di daerah Bali.

Pendirian museum ditujukan antara lain untuk bisa menggali dan menghimpun berbagai benda dan data yang berkaitan dengan subak, termasuk yang mempunyai nilai sejarah serta menampilkan sebagai sarana studi atau penelitian. Menyelamatkan, mengamankan dan memelihara berbagai benda yang berkaitan dengan subak. Menyajikan berbagai bahan informasi dan dokumentasi, merupakan media pendidikan tentang subak serta tempat rekreasi.

Museum Subak merupakan museum khusus tentang sistem pertanian di Bali yang dikenal dengan nama Subak, memiliki Museum Induk dan Museum Terbuka.

Museum Induk terdiri atas dua bangunan antara lain:

    1. Bangunan atau komplek suci dengan Padmasana, Bedugul dan lainnya. Tata ruang dan tata letak dari bangunan disesuaikan dengan lingkungan di sekitarnya dengan mengikuti pola pembangunan tradisional, yaitu Tri Mandala, Tri Angga, dan Asta Kosala Kosali.
    2. Bangunan Utama terdiri atas dua gedung yaitu:

a. Gedung Administrasi yang merupakan pusat informasi dan perpustakaan.

b. Gedung Pameran museum yang memiliki lebih dari 250 koleksi, menyajikan barang/alat pertanian yang digunakan oleh para petani didalamnya meliputi proses parahyangan, pawongan dan palemahan yang sangat erat kaitannya denagn kegiatan di subak.

Museum Terbuka yang diwujudkan sebagai “Subak Mini”, yang dipakai sebagai peragaan kegiatan subak mulai dari sistem irigasi sampai proses kegiatan di sawah.


Alamat

Jalan Gatot Subroto, Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
Telepon: (0361) 810315, Fax. (0361) 811 602


Jam Kunjung

Senin – Kamis: pukul 08.00-16.30 WITA
Jumat: 08.00 – 12.30 WITA
Minggu dan Libur Resmi: TUTUP

Dengan catatan masih diterima bila ada pemberitahuan sebelumnya.


Tiket masuk

Rp.10.000 (dewasa domestik),
Rp.5.000 (anak domestik),
Rp.15.000 (dewasa warga negara asing),
Rp.10.000 (anak warga negara asing)

Facebook: Subak Sanggulan


Galeri Foto

Subak-02

Subak-03

Subak-04


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: