Oleh: museumku | 10 Agustus 2014

Patung Enam Presiden Indonesia Dibuat di Bantul

Patung-presidenKOMPAS/HARIS FIRDAUS

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembuatan patung presiden kedua Republik Indonesia Soeharto di studio milik pematung Yusman, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/8). Patung itu merupakan salah satu dari enam patung presiden RI yang akan ditempatkan di Balai Kirti, museum penghormatan dan penghargaan bagi presiden RI, di kompleks Istana Bogor, Jawa Barat.

Patung enam Presiden Republik Indonesia yang dibuat oleh pematung asal Yogyakarta, Yusman, sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Patung-patung itu ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2014 sehingga dapat dipamerkan saat peresmian museum penghormatan dan penghargaan bagi presiden RI di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

”Kami masih menunggu apakah ada pihak tertentu, termasuk keluarga presiden, yang akan berkunjung ke sini dan memberikan masukan,” kata Yusman saat ditemui di studionya, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/8).

Museum yang diberi nama Balai Kirti itu terletak di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dan akan diresmikan pada September 2014.

Salah satu isi museum itu nanti adalah patung enam presiden RI yang pengerjaannya diserahkan kepada Yusman sejak sebulan lalu.

Yusman, seniman lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, membuat monumen-monumen perjuangan di sejumlah kota di Indonesia. Pria berusia 50 tahun itu antara lain membuat Monumen Pembebasan Irian Barat di Makassar tahun 1995, Museum Karawang (1997), Monumen Bung Hatta di Padang (2002), dan Museum Jenderal Besar AH Nasution (2008).

Saat ini, Yusman dan timnya telah menyelesaikan patung enam presiden berbahan tanah liat. Patung itu menjadi percontohan bagi patung berbahan perunggu yang akan dipajang di Balai Kirti. Yusman menuturkan, patung-patung presiden itu dibuat berdasarkan ciri khas setiap presiden.

”Kami masih terus menyempurnakan bentuk fisik patung ini, termasuk bentuk wajah dan motif pakaian,” kata Purjito (53), pematung yang ikut dalam proyek tersebut. (HRS)

(Sumber: Kompas, Sabtu, 9 Agustus 2014)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: