Oleh: museumku | 6 Januari 2013

Citra museum tempat kuno perlu diubah

antaranews.com, Minggu, 16 Desember 2012 – Museolog Universitas Indonesia Kresno Yulianto mengatakan citra museum yang selama ini hanya dipandang sebagai tempat menyimpan barang-barang kuno perlu diubah agar kian menarik.

“Sekarang ini, berbagai upaya untuk mendekatkan museum ke masyarakat terus dilakukan, salah satunya melalui Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) sejak 2010,” katanya di Semarang, Sabtu (15/12) malam.

Hal itu diungkapkan Ketua Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI itu usai “Sosialisasi Duta Museum di 33 Provinsi; Duta Museum Indonesia-Jateng 2012” yang berlangsung di Hotel Patra Jasa Semarang.

Seiring dengan berbagai langkah untuk menarik kunjungan masyarakat ke museum, kata dia, museum juga harus siap dikunjungi. Sebab, jangan sampai masyarakat datang tapi museumnya ternyata tidak siap.

“Ada banyak aspek yang perlu disiapkan, mulai fisik, manajemen, program, jaringan, hingga pencitraan. Salah satunya melalui pemilihan duta museum ini untuk mengubah citra museum yang semula kuno,” katanya.

Para Duta Museum ini, kata Kresno, harus bisa mengedukasi masyarakat agar mengapresiasi dan mengunjungi museum, bukan lagi dengan paradigma kuno tentang museum, tetapi paradigma baru yang lebih menarik.

Kepala Bidang Kesejarahan dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata Jateng Suhardi mengakui pandangan konservatif masyarakat tentang museum sebagai lembaga bersuasana statis yang mengurusi benda-benda kuno.

“Pandangan statis tentang museum ini harus diubah menjadi dinamis. Museum harus dicitrakan sebagai tempat rekreasi reresentatif dan menyenangkan, di samping tempat menambah ilmu pengetahuan,” katanya.

Kehadiran Duta Museum Jateng 2012, kata dia, diharapkan mampu mendukung upaya menumbuhkembangkan citra yang lebih positif terhadap museum, khususnya museum-museum yang ada di wilayah Jateng.

“Kami mengirimkan 10 nama untuk mengikuti seleksi Duta Wisata Jateng ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan akhirnya terpilih dua orang. Proses seleksi ditangani oleh kementerian,” kata Suhardi.

Dua orang terpilih sebagai Duta Museum Jateng 2012, yakni Tyas Windu Manisa (20) mahasiswi FIB Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dwi Rahmi Suryandari (25) ibu satu putra alumnus FISIP UGM Yogyakarta.

Duta Museum Jateng 2012 Tyas Windu Manisa mengungkapkan kecintaannya terhadap museum yang mendorongnya mengikuti seleksi duta museum tersebut, sebab museum selama ini kurang dicintai oleh masyarakat.

Mahasiswi asal Salatiga itu mengaku sempat menjadi “volunteer guide” di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sehingga sedikit banyak membantunya memahami seluk beluk museum dan permasalahan yang dihadapi.

“Saya rasa museum perlu banyak pembenahan, salah satunya pencitraan. Museum harus menjadi tempat yang menarik dan menyenangkan agar banyak wisatawan datang,” kata Duta Wisata Salatiga 2010 itu. (ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: