Oleh: museumku | 8 Mei 2011

Museologi, Bekal Majukan Museum di Indonesia

Para wisudawan S-2 Magister Museologi Unpad berfoto bersama Sekjen Depbudpar dan Dekan Fakultas Sastra Unpad (Foto: Tedi Yusup)

unpad.ac.id, 27/05/10 – Keberadaan museum di Indonesia sampai saat ini masih dipandang sebelah mata. Padahal koleksi yang dimiliki museum sangat kaya nilai seni dan nilai sejarahnya. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk memajukan keberadaan museum sehingga lebih diminati dan bermanfaat oleh masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya para pengelola museum melalui pendidikan S-2 Magister Museologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Unpad yang bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar).

Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia pada sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan Magister Ilmu Sastra Bidang Kajian Utama (BKU) Museologi di Executive Lounge Rektorat Baru Unpad Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Rabu (27/05), mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus tercermin dari museologi ini, yaitu bagaimana mengumpulkan benda-benda budaya, mengklasifikasi benda-benda tersebut, mendisplaynya dan mengomunikasikannya sehingga menarik masyarakat untuk melihat dan mendapatkan ilmu dari museum tersebut.

“Untuk itu diperlukan berbagai disiplin ilmu untuk mengelola museum ini dengan baik, tidak hanya ilmu sejarah saja. Pengelola museum harus belajar ilmu ekonomi untuk sisi manajemen dan pemasaran, harus belajar ilmu eksak untuk memahami masalah suhu, konservasi dan sebagainya,” jelas Prof. Ganjar.

Unpad sebagai penyelenggara pendidikan Museologi untuk jenjang magister ini menyadari bahwa museologi ini adalah ilmu yang multi disiplin. Oleh karena itu, menurut Sekretaris BKU Museologi, Drs. Reiza D. Dienaputra, M.Hum., Fakultas Sastra Unpad sebagai penyelenggara mendatangkan dosen-dosen tidak hanya dari Fakultas Sastra saja, tetapi juga dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik Geologi dan dosen Seni Rupa ITB. “Bahkan untuk memperkaya ilmu tersebut, Unpad mendatangkan langsung minimal tiga dosen dari Perancis yang merupakan praktisi maupun guru besar mengenai museologi ini. Selain itu ada juga dosen dari praktisi seperti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata,” tambah Reiza.

Menurut Dekan Sastra yang juga Ketua BKU Museologi Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., pada wisuda kali ini, Magister Museologi meluluskan 14 wisudawan. Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada 3 angkatan BKU Museologi Unpad. Calon mahasiswa angkatan ke-4 kini sedang melakukan matrikulasi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Untuk tahap awal, Unpad bekerja sama dengan Depbudpar hingga 5 angkatan. Para mahasiswa yang mengambil bidang museologi ini berasal dari pegawai Depbudpar dan non-Depbudpar yang berkenaan dengan museum. Setelah mereka lulus, mereka akan dikembalikan ke instansi masing-masing untuk menerapkan ilmunya.

Sekretaris Jenderal Depbudpar, Wardiyatmo, M.Sc., mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program magister museologi ini. Ia juga berharap para wisudawan dapat menerapkan ilmunya dengan optimal di institusi masing-masing. “Sebagai sarjana magister museologi, ini merupakan prestasi Anda sebagai pegawai, sekaligus aset Depbudpar bagi kemajuan dan budaya dan pariwisata Indonesia,” ujar Wardiyatmo dalam sambutannya.

Acara pelepasan wisudawan ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Wisudawan Magister Museologi Unpad kepada Depbudpar oleh Dekan Sastra dan Sekjen Depbudpar. Selain itu, para wisudawan mendapatkan sertifikat dari University de La Rochelle Perancis sebagai tanda telah menyelesaikan studi di Magister Museologi di Unpad oleh Dekan Unpad. (eh)*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori