Oleh: museumku | 14 Februari 2016

Museum Talagamanggung Terlantar

Talaga-01Pintu gerbang museum tidak terkunci

Mendirikan museum lebih mudah daripada merawat museum. Demikian yang terjadi pada Museum Talagamanggung di Majalengka ketika Kelompok Pencinta Museum Indonesia (KPMI) berkunjung ke sana 11 Februari 2016. Banyak koleksi museum kini sudah tidak bisa dilihat kembali. Kondisi museum kosong dan terlantar. Sungguh memprihatinkan!

Pintu gerbang dan pintu masuk ke dalam museum dibiarkan terbuka. Tidak ada pula keterangan yang menyebutkan bahwa museum ini tutup atau berpindah tempat. Pengunjung yang tidak mengetahui kondisi museum, sering kali pulang dengan hati kecewa.

Museum Talagamanggung terletak di Jalan Talaga, Desa Talagawetan, Kecamatan Talaga, Majalengka (Jawa Barat). Museum tersebut dikelola oleh Yayasan Talagamanggung.

Museum berdiri pada 1991, mulanya disebut Bumi Alit. Selanjutnya dipugar pada 1993. Tujuan pendirian museum adalah untuk melestarikan dan menjaga barang peninggalan sejarah dari Kerajaan Talagamanggung yang tinggal sedikit agar bisa dikelola dengan baik. Kerajaan Talagamanggung pernah ada di Majalengka pada 1371 – 1819 M.


Koleksi

Pada 9 Februari 2015 http://www.cirebontrust.com masih memberitakan museum ini. Dikabarkan daya tarik museum adalah adanya adat memandikan perkakas yang rutin dilaksananakan setahun sekali.

Talaga-02Kondisi bangunan dan lingkungan yang kurang terawat

Menurut Rd. Yuyun M. Yunus, salah seorang keturunan Prabu Darma Suci II dari Kerajaan Talagamanggung, barang peninggalan yang ada di museum di antaranya kereta kuda, alat kesenian (goong renteng), senjata pusaka kerajaan berupa keris dan tombak, gerabah, senjata penunggak, wuwung bekas bangunan keraton, baju kere, uang Balado (alat tukar pada masa kerajaan), teko, genta, batu bandring, batu pangsolatan, dan batu menhir. Demi faktor keamanan, sejumlah koleksi disimpan di rumah kasepuhan keturunan Kerajaan Talagamanggung.

Sampai sejauh ini banyak peninggalan dari Kerajaan Talagamanggung rusak karena termakan usia. Bahkan pernah diambil pemerintah Hindia-Belanda di masa penjajahan. Sebagian lagi tercecer entah ke mana karena sering terjadi perubahan kepengurusan yayasan.

Penyebab museum ini terlantar tidak diketahui. Ketika KPMI datang, tidak ada petugas yang bisa dimintai keterangan. Sudah selayaknya pemerintah daerah turut membantu menghidupkan kembali keberadaaan museum ini. Semoga generasi penerus kita tidak akan kehilangan sejarahnya.


Galeri foto

Talaga-03

Koleksi museum yang berada di luar ruang

Talaga-04

Koleksi kereta kencana 

Talaga-05

Ruangan dalam museum tampak kosong


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: