Oleh: museumku | 23 Desember 2014

Museum Kapuas Raya

Kapuas-01Bangunan Museum Kapuas Raya. Tadinya lantai 2 dan lantai 3 digunakan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah, tapi kini kosong. Museum terletak di lantai 1.

Museum Kapuas Raya didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Sintang dan KIT Tropenmuseum, Belanda, tertanggal 29 September 2004. Ditandatangani oleh Bupati Sintang (periode 2000-2005), Drs. Elyakim Simon Djalil, M.Si dan Direktur KIT Tropenmuseum, L.J.B. Schenk.

Empat tahun kemudian, tepatnya 11 Oktober 2008, Museum Kapuas Raya diresmikan oleh Bupati Sintang (periode 2005-2010), Drs. Milton Crosby, M.Si. Bangunan museum berukuran 25 meter x 50 meter, berdiri di atas tanah seluas 20.000 meter persegi.


Koleksi

Museum Kapuas Raya memiliki tiga ruang pameran utama, yaitu Ruang Sejarah Sintang, Ruang Kebudayaan Sintang, dan Ruang Tenun Ikat. Ruang Sejarah Sintang menginformasikan tentang kapan Sintang didirikan. Juga siapa yang dulu dan sekarang tinggal di Sintang. Sejarah Sintang ditampilkan dalam peta, foto, dan obyek pendukung. Koleksi yang ditampilkan antara lain Peta Pulau Borneo yang dibuat oleh Johannus Jansonius pada 1657. Inilah dokumen tertua tentang Sintang. Ada lagi keramik asing, yang menandai adanya sejarah perekonomian dan sosial.

Ruang Kebudayaan Sintang menginformasikan irama kehidupan tiga etnis besar, yakni Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Mulai dari daur hidup kelahiran sampai kematian tersaji di sini. Obyek yang ditampilkan terdiri atas koleksi lama dan koleksi baru. Utamanya yang tradisinya masih dijumpai hingga saat ini, seperti Gawai Dayak, Perkawinan Melayu, dan Sembahyang Kubur orang Tionghoa.

Ruang Tenun Ikat sangat dominan. Sejak dulu, budaya menenun pada suku Dayak yang tinggal di Kabupaten Sintang, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kaum perempuan terutama yang bermukim di rumah Betang. Di dalam sistem kebudayaan leluhur Dayak, tekstil berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat. Suku Dayak membuat tenunan dengan motif yang indah untuk baju, rok, cawat, dan selimut.

Museum Kapuas Raya memiliki beberapa ruang pendukung, yakni Ruang Lobi, Storage, Ruang Panel, Ruang Program Pendidikan Sekolah, dan Ruang Staf. Jumlah koleksi yang hingga kini ada di museum sekitar 600 buah, terdiri atas material kayu, tembaga, tulang, batu, kain, keramik, dan perak.


Jam Kunjung

Senin s.d Jumat: Pukul 08.00—15.00 WIB
Sabtu dan Minggu: Pukul 09.00—15.00
Hari libur nasional tutup


Karcis Masuk

Gratis


Alamat

Jalan Sintang-Putussibau Km. 14
Sintang, Kalimantan Barat


Kontak

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sintang
Jalan Adi Sucipto No. 2, Sintang
Telp. (0565) 21204, Faks. (0565) 2025336
Atau Dra. Siti Musrikah, M.Si, 08125721702


Galeri Foto

Kapuasraya-03Prasasti peresmian Museum Kapuas Raya

Sintang-02Koleksi kebudayaan Tionghoa

Kapuasraya-04Koleksi sejarah Sintang

Kapuasraya-06Koleksi tenun ikat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: