Oleh: museumku | 7 Mei 2011

Mengintip Warisan Budaya di Museum

koran-jakarta.com, Jumat, 6 Mei 2011 – Museum sering digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti studi tur, kajian ilmiah, atau wawancara. Ketika museum menjadi alternatif untuk berwisata, mungkin lain lagi ceritanya. Mari kita coba sesuatu dengan museum besar di Bandung, yaitu Museum Asia Afrika, Sri Baduga, dan Geologi. Museum itu boleh dibilang primadona objek wisata di bidang edukasi sejarah. Betapa tidak, museum sangat erat kaitannya dengan sejarah Bandung tempo dulu dan sejarah Indonesia pada umumnya dengan adanya Museum Asia Afrika. Namun sayang, ketiga museum belum dikelola secara optimal karena kurangnya minat wisatawan domestik pada dunia pariwisata sejarah.

Meski begitu, ada harapan bahwa museum di Bandung ini bisa tetap lestari sebagai warisan budaya. Menurut sejarawan senior asal Bandung, Nina Lubis, museum di Bandung sejauh ini kurang optimal dalam hal pengelolaannya. Nina mengatakan ada museum yang agak menyeramkan karena pencahayaan yang kurang, bahkan redup. Selain itu, penataannya kurang menarik dan labelnya kurang jelas, sulit dibaca. “Kalau kondisinya seperti ini, jangan salahkan bila masyarakat kurang tertarik untuk datang ke sana. Kalaupun ada siswa-siswa berkunjung, karena merupakan tugas dari sekolah.

Namun ada juga museum yang sudah cukup baik pengelolaannya dan dapat menarik minat pengunjung, misalnya Museum Geologi, Museum Sri Baduga, dan Museum Konferensi Asia Afrika,” jelas Nina. Nina menambahkan, dari sisi historis, pengumpulan benda bersejarah di museum-museum Bandung ada yang masih belum memadai. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menyimpan tinggalan sejarah penting seperti senjata pusaka, atau pusaka (regalia) para bupati, termasuk naskah-naskah kuno yang disimpan masyarakat di rumahnya sendiri karena mungkin merasa ragu untuk menyimpannya di museum. “Harapan saya, pemerintah memberikan anggaran yang cukup agar museum bisa dikelola secara profesional dan bisa menarik pengunjung serta menjadikannya sebagai kebutuhan.

Jangan lupa di Unpad sudah ada pendidikan magister museologi. Ini bisa dimanfaatkan untuk mendidik tenaga ahli permuseuman,” jelas Nina. Apa yang dikatakan Nina merupakan suatu kepedulian bahwa museum di Bandung wajib dilestarikan oleh semua generasi. Tujuannya sederhana, tidak hanya sebagai wahana pariwisata, tetapi juga sebagai wahana edukasi kebanggaan warga Jawa Barat. ygr/L-3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori