Oleh: museumku | 28 September 2012

Festival Museum 2012: Koleksi Tak Berarti Tanpa Penyajian Menarik

Kompas/Aloysius Budi Kurniawan

Kereta kencana koleksi Keraton Yogyakarta menyemarakkan karnaval ”Museum Goes To Istana”, Minggu (23/9), di Jalan Malioboro hingga Pagelaran Keraton Yogyakarta. Festival yang menampilkan sejumlah koleksi dari banyak museum itu diikuti 35 museum di Indonesia.

KOMPAS, Senin, 24 September 2012 – Sebanyak 35 museum mengikuti Festival Museum 2012 bertema ”Museum Goes To Istana” di Pagelaran Keraton Yogyakarta mulai Minggu (23/9) hingga Jumat (28/9). Festival ini digelar untuk lebih mendekatkan museum dengan masyarakat.

”Tak bisa dielakkan lagi, museum-museum tak bisa hanya bertumpu pada koleksi-koleksi tuanya. Waktu berjalan dan museum harus bisa mencari cara-cara baru menyajikan koleksinya,” ujar Ketua Umum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Thomas Haryonagoro, kemarin.

Menurut Thomas, dari total 42 museum di Yogyakarta, sekitar 60 persennya yang memiliki edukator atau pemandu profesional. Selebihnya, masih konvensional.

”Untuk mengatasinya, kami dari Barahmus DI Yogyakarta rutin melatih para pemandu museum. Kami juga saling berkunjung ke museum untuk tukar pengalaman,” kata dia.

Ketua Pelaksana Festival Museum 2012 sekaligus Kepala Museum Dirgantara Yogyakarta Letnan Kolonel (Sus) Sudarno mengatakan, dari total 42 museum di Yogyakarta, baru 32 museum yang bergabung dalam asosiasi Barahmus. ”Tingkat kunjungan di beberapa museum kurang optimal. Museum-museum perlu mengenalkan diri kepada masyarakat,” kata dia.

Festival kali ini diikuti peserta dari Yogyakarta, Jakarta, Solo, dan Kalimantan Selatan. Setiap museum menampilkan koleksi-koleksinya di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Dari total 275 museum di Indonesia, 42 di antaranya di Yogyakarta. Meskipun terbilang banyak, museum hanya ramai pada waktu tertentu, seperti libur sekolah.


Jadi tontonan

Hari pertama Festival Museum 2012 dibuka karnaval, mulai dari Taman Parkir Abubakar Ali, Jalan Malioboro, Alun-alun utara, hingga Pagelaran Keraton Yogyakarta. Warga dan wisatawan domestik maupun mancanegara sejak pukul 15.00 memadati ruas Jalan Malioboro hingga Pagelaran Keraton Yogyakarta yang ditutup untuk kendaraan pribadi dan umum.

”Kebetulan hari Minggu kami sekeluarga libur. Saya dan suami mengajak anak-anak nonton karnaval. Acara ini bagus untuk pendidikan anak-anak,” ucap Astuti, salah satu penonton. (ABK)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori