Oleh: museumku | 17 September 2010

Promosi Minim, Museum Sepi

Kompas Jogja, Senin, 13 Sep 2010 – Kunjungan wisatawan ke Museum Gunungapi Merapi saat liburan Lebaran tergolong lumayan. Namun, pengunjung mengakui upaya promosi masih kurang. Mereka berharap, pengelola museum lebih aktif, inovatif, dan memberi sentuhan hiburan.

Agung (33), warga Bekasi, mengatakan, ia mengetahui Museum Gunungapi Merapi dari kerabatnya di Yogyakarta. Karyawan swasta ini pun menyempatkan datang ke museum yang diresmikan Oktober 2009 dan dibuka resmi Januari 2010.

“Tapi, tadi hampir terlewat karena enggak lihat ada papan penanda di Jalan Kaliurang (Km 21). Kalau secara isi, museum ini lumayan. Tapi, perlu banyak wahana permainan interaktif. Misalnya, ada film animasi tentang gunung api dan proses letusannya,” kata Agung, yang datang bersama istri dan anaknya, Minggu (12/9).

Sejumlah pengunjung yang pemudik mengungkapkan hal senada. Mereka tahu tentang museum yang berlokasi di Dusun Banten, Hargobinangun, Pakem, ini dari saudara atau kerabat di Yogyakarta. Karena penasaran, museum ini menjadi pilihan untuk didatangi.

Bagus (53), warga Kentungan, Sleman, mengemukakan, ia merekomendasikan museum ini ke kerabatnya yang mudik di Yogyakarta. “Mereka mau datang karena ingin tahu. Museum ini unik karena lengkap mengupas tentang gunung api,” ujar karyawan bank ini. Hanya saja, menurut Bagus, sisi hiburan dan kenyamanan museum ini belum digarap. Dengan area parkir sangat luas dan lokasi yang nyaman karena berada di pedesaan, monumen ini mempunyai syarat utama sebagai tujuan wisata.

Menurut Suraji, petugas museum, kunjungan pada Sabtu dan Minggu mencapai 419 orang dan 814 orang. Hari pertama Lebaran, yakni Jumat, museum libur karena memperkirakan hari tersebut pemudik belum akan berlibur ke tempat wisata. Pada hari biasa, tingkat kunjungan sekitar 75 orang.

“Kami tak menargetkan jumlah pengunjung. Sekarang adalah libur Lebaran pertama bagi museum yang mungkin belum banyak dikenal. Mengingat kondisi itu, kami rasa, jumlah pengunjung sudah lumayan. Tahun depan pasti naik,” kata Suraji.

Suraji mengakui kendala tersebut. “Kami sudah berencana memasang lebih banyak papan penanda, misalnya di kawasan wisata Kaliurang dan perempatan Pakem. Papan di Jalan Kaliurang yang dari jalan terhalang pohon akan dipindah,” katanya. (PRA)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: