Oleh: museumku | 23 Agustus 2010

Pencurian Sonobudoyo: Pejabat yang Bertanggung Jawab Didesak Mundur

Kompas Jogja, Rabu, 18 Agustus 2010 – Masyarakat Advokasi Warisan Budaya mendesak pejabat berwenang pengelolaan Museum Sonobudoyo mundur sebagai bentuk tanggung jawab. Kehilangan 87 benda bernilai sejarah tinggi adalah kelalaian fatal dan kegagalan menjaga aset budaya bangsa.

Hal itu dikemukakan Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya Jhohanes Marbun di Yogyakarta, Senin (16/8). “Terlepas dari proses hukum kasus ini yang masih berjalan, pejabat yang mengurusi museum harus bertanggung jawab secara moril dengan mengundurkan diri,” ujarnya.

Bila perlu, Marbun mengatakan, pemerintah harus memberikan sanksi kepada pejabat itu karena akibat peristiwa ini, benda-benda bernilai sejarah tinggi warisan peradaban bangsa itu mungkin tidak akan bisa kembali lagi.

Meski demikian, Marbun enggan menyebut terang-terangan pejabat yang dimaksud. “Yang jelas, yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan keamanan museum. Siapa pun itu,” ujarnya.

“Jangan sampai kasus pencurian ini menguap begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak yang seharusnya mengurusi. Ini juga sekaligus sebagai bentuk pembelajaran,” ujar Marbun.

Senin lalu, Sekretaris Daerah DIY Tri Harjun Ismaji beserta rombongan termasuk Kepala Dinas Kebudayaan DIY Djoko Dwiyanto mengunjungi Museum Sonobudoyo. Usai melihat lokasi kejadian, rombongan melakukan pertemuan tertutup dengan pengelola museum, termasuk Kepala Museum Martono. Usai kunjungan, tak ada satu pejabat yang melayani pertanyaan wartawan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kepolisian Kota Besar Yogyakarta Komisaris Besar Atang Heradi mengatakan, belum ada perkembangan signifikan dari penyelidikan. Minimnya petunjuk ditengarai menyulitkan kepolisian mengungkap kasus tersebut seperti tidak ditemukannya sidik jari pelaku dan tidak berfungsinya kamera CCTV museum.

“Kami optimistis, tidak ada kejahatan sempurna. Kadang-kadang petunjuk itu seperti minim, tapi bisa juga ada titik terangnya. Titik terang itulah yang terus kami cari,” kata Atang.

Museum Sonobudoyo yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah Kerajaan Jawa Kuno dibobol maling, Rabu pekan lalu. Salah satu benda bernilai tinggi yang hilang adalah topeng emas hadiah upacara persembahan Raja Majapahit Hayam Wuruk kepada neneknya, Ratu Gayatri, abad ke-14 Masehi. (ENG)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: