Oleh: museumku | 30 April 2010

Museum Le Mayeur

Nama Le Mayeur diambil dari nama seorang pelukis Andrien Jean Le Mayeur De Merpres yang lahir pada 9 Februari 1880 di Ixelles, Brussel. Dia anak bungsu dua bersaudara dari ayah Andrien Le Mayeur De Merpres dan Ibu Louise Di Bosch. Pendidikan terakhirnya di Perguruan Tinggi Politeknik di Universitas Libre, Brussel dan bergelar Insinyur bangunan tetapi lebih menekuni bidang seni lukis.

Dalam meniti karirnya sebagai pelukis, Le Mayeur kemudian melanglang buana ke berbagai belahan dunia seperti Perancis, Italia, Maroko, Tunisia, Aljazair, India, Thailand, Kamboja, Tahiti, dan akhirnya ke Bali. Le Mayeur menginjakkan kaki pertama di Bali pada 1932 melalui jalan laut dan mendarat di Singaraja. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Denpasar, dengan menyewa sebuah rumah di Desa Kelandis. Di tempat inilah kemudian Le Mayeur berkenalan dengan seorang penari Legong bernama Ni Nyoman Pollok kelahiran 3 Maret 1917. Kecantikan dan keanggunan Ni Pollok waktu menari menggugah hati Le Mayeur untuk menjadikan Ni Pollok menjadi model dalam lukisannya. Seiring dengan perjalanan waktu hubungan Le Mayeur dengan Ni Pollok semakin intim dan berlanjut ke jenjang pernikahan. Ni Pollok sebagai seorang istri menghendaki keturunan tapi Le Mayeur menolak alasannya karena Ni Pollok tetap sebagai model. Hal ini akan merusak keindahan tubuhnya jika hamil. Dari berpameran di Singapura, Le Mayeur kemudian membeli sebidang tanah seluas 20,6 are di Pantai Sanur. Di tempat ini kemudian Le Mayeur membangun rumah. Ruang induk terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, studio, kamar tidur, dan kamar mandi.

Ketenaran Le Mayeur makin lama makin meningkat. Hal ini terbukti dengan banyaknya kunjungan wisatawan, bahkan dari pejabat tinggi negara seperti Presiden pertama RI Ir. Soekarno, Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru, dan lain-lain. Pada 1956 Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI, Bahder Djohan berkunjung ke rumah Le Mayeur. Beliau sangat terkesan dengan karya seni Le Mayeur, dan mencetuskan gagasan untuk menjadikan rumah tinggal Le Mayeur sebagai museum agar karya seninya dapat dilestarikan. Gagasan ini disambut baik oleh Le Mayeur. Maka pada 28 Agustus 1957 dengan akte hadiah nomor 37 Le Mayeur menghadiahkan hak miliknya kepada Ni Pollok dan pada hari yang sama Ni Pollok sebagai pewaris selanjutnya mempersembahkan kepada Pemerintah Indonesia berdasarkan akte hadiah nomor 38.

Pada awal 50-an, kondisi kesehatan Le Mayeur mulai menurun dan pada bulan Maret 1958 Le Mayeur berobat ke Belgia didampingi istrinya. Pada 27 Mei 1958 Le Mayeur Sang Maestro yang berusia 78 tahun itu meninggal dunia dan jenasahnya dimakamkan di pemakaman keluarga Ixelles, Brussel. Pengelolaan selanjutnya dilakukan oleh Ni Pollok. Pada 27 Juli 1985 Ni Pollok meninggal dunia. Maka setelah itu museum dikelola Pemerintah Indonesia melalui Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Rumah beserta isinya sekarang menjadi Museum Le Mayeur.


KOLEKSI

Koleksi utama Museum Le Mayeur berupa 88 buah lukisan karya maestro terkenal berkebangsaan Belgia, Andrien Jean Le Mayeur de Merpres dengan aliran/gaya impresionis. Lukisan itu dibuat sejak 1921.


ALAMAT

Museum Le Mayeur terletak di tepi Pantai Sanur, termasuk dalam wilayah Banjar Pekandelan, Sanur Kaja. Untuk mencapai lokasi hanya dapat dicapai melalui jalan setapak, yaitu pada ujung Jalan Hang Tuah ke kanan ± 70 m.


JAM KUNJUNG

Sabtu – Kamis: 08.00 – 15.00 WITA
Jumat: 08.00 – 12.30 WITA
Hari libur nasional: Tutup


HARGA KARCIS

Anak-anak: Rp 1.000 (Rombongan Rp 500)
Dewasa: Rp 2.000 (Rombongan Rp 1.000)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori