Oleh: museumku | 22 Desember 2011

Museum Basoeki Abdullah

Warta Kota, Jumat, 16 Desember 2011 – Beberapa pelukis Indonesia telah dikenal dunia internasional, salah satunya adalah Basoeki Abdullah. Dia adalah pelukis potret ternama karena banyak melukis wanita cantik, keluarga kerajaan, dan tokoh-tokoh dunia. Sebenarnya dia pun banyak melukis pemandangan alam, fauna, flora, perjuangan bangsa, dan pembangunan bangsa.

Nama Basoeki mulai go international pada 1948. Ketika diadakan sayembara melukis pada waktu penobatan Ratu Yuliana dari Belanda, Basoeki berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa. Di Eropa dia banyak memperdalam seni lukis dari maestro-maestro pelukis dunia.

Basoeki adalah cucu tokoh pergerakan nasional dr. Wahidin Sudirohusodo. Pada masa pemerintahan Jepang, Basoeki bergabung dengan Gerakan Poesat Tenaga Rakjat (Poetera). Dia juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhoso, pusat kebudayaan milik Jepang. Selain melukis, Basoeki juga pandai menari. Karena sudah tenar, Basoeki banyak mengadakan pameran tunggal di dalam negeri dan di luar negeri. Saat ini lukisan Basoeki tersimpan di sekitar 22 negara.

Pada 5 November 1993 Basoeki meninggal. Dia berwasiat agar lukisan dan koleksi pribadinya berupa benda seni (patung, wayang, topeng, dsb) beserta rumahnya, dihibahkan kepada pemerintah Indonesia. Kemudian ahli waris menyerahkannya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1995. Akhirnya pada 1998 ditangani oleh Direktorat Permuseuman dengan merenovasi bangunan dua lantai ini. Pada 25 September 2001 Museum Basoeki Abdullah diresmikan oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika. Museum ini terletak di Jalan Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Ruang pameran tetap di museum ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Ruang Pengenalan, menjelaskan riwayat hidup Basoeki Abdullah. Masih di lantai I, ruang selanjutnya adalah Ruang Memorial Basoeki Abdullah, menyajikan koleksi benda-benda yang berkaitan dengan Basoeki Abdullah semasa hidup, seperti tempat tidur, lemari, dan meja kecil. Ruang Pameran Lukisan berada di lantai II, dibagi dalam beberapa tema, yaitu pemandangan alam, manusia, potret, model, dan abstrak. Basoeki ternyata juga seorang kutu buku. Dia banyak memiliki buku, antara lain tentang seni budaya, ensiklopedia, tokoh, dan majalah. Koleksi-koleksi tersebut sekarang berada di Ruang Perpustakaan. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori