Oleh: museumku | 11 Desember 2011

Sigi Nggak Tahu Banyak tentang Museum

Sigi Wimala menerima penjelasan tentang upaya perbaikan fosil purba di Museum Geologi Bandung (Foto: Direktorat Permuseuman)

tribunjabar.co.id, Kamis, 8 Desember 2011 – ENTAH merendah atau pengakuan yang sesungguhnya, model dan aktris yang main di film Rumah Dara, Sigi Wimala (28) yang didaulat menjadi Duta Museum sejak awal Desember ini mengaku belum tahu banyak museum-museum yang ada di Indonesia. Bahkan kunjungannya ke Museum Sri Baduga, Bandung pun diakuinya sebagai kunjungannya yang pertama kali.

“Ini yang pertama kali (ke Museum Sri Baduga). Museum yang pernah saya kunjungi itu hanya di Jakarta dan Bali. Dan setiap kali saya ke luar negeri, saya selalu menyempatkan mendatangi museumnya untuk mengetahui sejarah negara itu,” ujar Sigi saat ditemui wartawan seusai mendampingi anak-anak SD yang mengikuti sosialisasi museum dalam acara Gerakan Nasional Cinta Museum di Museum Sri Baduga, Rabu (7/12).

Sigi yang lulusan tahun 2007, S1 Arsitektur Universitas Tarumanagara, Jakarta itu menuturkan ke Museum Sri Baduga merupakan tugas pertama yang dijalaninya sebagai Duta Museum. Adapun tugas yang diembannya itu cukup berat. Karena kondisi museum hingga sekarang ini belum banyak dikenal masyarakat.

“Awalnya saya juga punya anggapan simple saja buat mengubah citra museum di masyarakat itu. Tapi ternyata setelah mengikuti workshop dan mendapat masukan langsung dari pengelola museum, ternyata permasalahannya kompleks banget,” ungkap cewek kelahiran Jakarta, 21 juni 1983 ini sambil menyontohkan permasalahan itu mulai dari soal koleksi hingga bagaimana cara mendekatkan diri pada masyarakat.

Meski demikian, Sigi tetap berupaya menjalani tugas beratnya itu sambil terus banyak belajar tentang museum di sela kesibukannya mendatangi museum-museum dan kesibukan pribadinya sebagai istri dan kerap membuat film pendek.

Menurutnya untuk sekarang ini, upaya sosialisasi tentang Gerakan Nasional Cinta Museum yang sudah berjalan sejak tahun 2010 harus terus dijalankan. Apalagi dengan program tahun 2011 ini yang menginjak pada upaya revitalisasi museum, diharapkan bisa ada pengaruhnya pada masyarakat.

“Saya juga berharap dan akan terus berupaya agar program yang sudah dibiayai pemerintah ini bisa membuat masyarakat awear pada museum,” kata pembuat film pendek berjudul Boy Crush ini yang juga menilai bisa saja mengenalkan museum lewat film pendek. Upaya sosialisasi museum kepada masyarakat sekarang ini dikatakan Sigi tidak cukup hanya dengan workshop dan mengajak anak-anak sekolah datang ke museum. Di jaman yang sudah modern dengan kecanggihan teknologi informasi, sebaiknya museum juga mengeksiskan diri di dunia jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook, serta blog.

“Masalah yang saya lihat di museum masih terasa ada gap antara museum dan masyarakat. Mungkin saatnya museum punya twitter atau jejaring sosial. Dan paradigma museum juga harus lebih ke masyarakat jangan ke koleksi. Jadi lebih open. Karena sekarang, persaingan untuk menjadi kawasan yang punya daya tarik masyarakat itu harus bersaing dengan mal,” kata Sigi yang juga sudah membuat akun pribadinya cinta museum di Twitter dan menulis pengalamannya dengan museum di blog. (ddh)

Iklan

Responses

  1. twiter mba sigi apa ya?
    Mungkin bisa follow pelajaran ttg sejarah terkait museum.

    • Mohon maaf saya kurang tahu, sepertinya bisa searching di google


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: