Oleh: museumku | 30 April 2010

UPTD Museum Bali

Dengan jatuhnya Kerajaan Klungkung ke tangan Belanda tanggal 28 April 1908, maka Bali secara keseluruhan berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Keadaan ini menimbulkan perubahan tata pemerintahan, antara lain Bali yang pada mulanya agak tertutup bagi bangsa luar menjadi semakin terbuka, terutama untuk bangsa Eropa khususnya Belanda. Keterbukaan ini semakin memberi peluang bagi bangsa asing lainnya untuk datang ke Bali. Bangsa asing terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, seperti pedagang, pegawai pemerintahan, dan wisatawan. Mereka memiliki kepentingan yang berbeda-beda sesuai dengan profesinya. Kemudian pada saat kembali ke negerinya selalu membawa benda-benda budaya sebagai cenderamata, atau dijadikan koleksi pribadi. Keadaan seperti ini kalau dibiarkan akan mengakibatkan pemiskinan warisan budaya Bali. Menyebabkan para ilmuwan, budayawan maupun seniman Belanda mencoba untuk mencegahnya dan sekaligus melestarikan kebudayaan Bali.

Setelah Indonesia merdeka 17 Agustus 1945 Bali Museum diambil alih oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Keadaan masih dalam suasana serba awal dan menghadapi perang dengan NICA dan Jepang. Kemudian pada 5 Januari 1965 diserahkan kepada Pemerinah Pusat di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan menjadi museum umum provinsi dengan nama Museum Negeri Provinsi Bali.

Sejak 1969 pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius kepada museum-museum negeri provinsi, termasuk Museum Bali. Pada masa proyek pembangunan lima tahun (PELITA), Museum Bali memperoleh perluasan areal dan gedung ke arah selatan, yang berfungsi sebagai ruang perpustakaan, auditorium, laboratorium konservasi, gedung koleksi, pameran temporer dan kantor sehingga luas areal museum keseluruhan sampai saat ini 6000 m2 dengan 9 buah gedung.

Sejak Otonomi Daerah diberlakukan pada tahun 2000, Museum Negeri Provinsi Bali diserahkan kembali ke Pemerintah Provinsi Bali sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dengan nama UPTD Museum Bali.


KOLEKSI

Terdiri atas koleksi biologika, numismatika, historika, arkeolgika, etnografi, filologika, keramika, dan seni rupa.


ALAMAT

Jalan Mayor Wisnu,
Kelurahan Br. Abasan, Kecamatan Denpasar Timur,
Denpasar, Bali


JAM KUNJUNG

Senin – Minggu: 08.00 – 15.00 WITA.


HARGA KARCIS

Dewasa: Rp 2.000 (Rombongan Rp 1.000)
Anak-anak: Rp Rp 1.000 (Rombongan Rp 500)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori