Oleh: museumku | 16 Maret 2016

Diskusi Tokoh: Mr. Teuku Moehammad Hasan

Hasan-02Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Harry Widianto, usai membuka acara diskusi tokoh (Foto: Djulianto Susantio)

Meester Teuku Moehammad Hasan merupakan salah seorang anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jasa-jasanya yang luar biasa telah diberikan dengan tulus kepada negeri ini. Demikian dikatakan T.H.M. Sulaiman Shah, salah seorang keluarga Teuku Moehammad Hasan, dalam diskusi tokoh di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Selasa, 15 Maret 2016.

Menurut Sulaiman Shah, Hasan lahir di Desa Peukan Set, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Tingkat II Pidie, Aceh pada 4 April 1906. Ayahnya bernama Teuku Ibrahim Bintara Pineung dan ibunya bernama Cut Manyak.

Hasan masuk Sekolah Rakyat pada 1915 di Desa Lampoh Saka. Setelah tamat, beliau masuk Sekolah Belanda di Kota Sigli. Setelah itu melanjutkan ke Koningin Wilhelmina School (KWS) di Batavia. Pendidikan lain yang ditempuhnya adalah MULO (dengan ujian khusus), Algeemene Middelbare School (AMS), serta Sekolah Hukum di Jakarta dan Leiden. Setelah lulus program doktoral, beliau kembali ke Indonesia pada Desember 1933.

Hasan-01Suasana diskusi tokoh, hadir antara lain guru
sejarah, mahasiswa sejarah, komunitas, dan undangan lain

Pemakalah lain, Prof. Dr. Dwi Purwoko, mengatakan Hasan merupakan salah seorang perumus dasar negara RI. Beliau juga dijuluki Pemimpin Besar Sumatera karena merupakan wakil Soekarno untuk seluruh daerah Sumatera. “Pada 29 September 1945 Hasan diberi kepercayaan menjabat Gubernur Sumatera dan diberi hak mengangkat pegawai negeri di Sumatera,” demikian Purwoko.

Menurut Purwoko, ketika pemimpin-pemimpin negara ditangkap Belanda, Mr. Syafruddin Prawiranegara dan kawan-kawan mengunjungi Mr. Teuku Moehammad Hasan sebagai Gubernur Sumatera sekaligus Ketua Komisaris Pemerintah Pusat di kediamannya, untuk mengadakan perundingan di Bukittinggi.

Pada rapat yang diselenggarakan pada 22 Desember 1948 diputuskan pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Ketika itu struktur pimpinan PDRI antara lain Mr. Syafruddin Prawiranegara sebagai Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri ad interim dan Mr. T.M. Hasan sebagai Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/Menteri Agama.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Harry Widianto, dalam pidato sambutannya mengharapkan hasil diskusi bisa untuk menambah informasi pada Museum PDRI yang saat ini sedang dibangun di Bukittinggi. (Djulianto Susantio)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: