Oleh: museumku | 16 Juni 2014

Didata, Koleksi Sonobudoyo

Hilangnya 87 koleksi emas Museum Sonobudoyo di DI Yogyakarta, empat tahun lalu, diduga kuat hanya puncak gunung es dari kasus-kasus pencurian barang kuno lain di museum tersebut. Untuk memastikan data riil koleksi dibutuhkan inventarisasi ulang di museum tersebut.

Mantan anggota Tim Evaluator Kasus Sonobudoyo sekaligus Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya Jhohannes Marbun mengatakan, setelah kasus pencurian koleksi emas, Tim Evaluator mencoba melakukan uji petik terhadap tiga jenis koleksi, yaitu keris, topeng kayu, dan wayang. Hasilnya, tim menemukan banyak ketidaksesuaian antara koleksi dan apa yang tertulis dalam daftar inventarisasi.

“Diduga Tak Hanya Koleksi Emas yang Hilang”

”Dari pendataan keris dan topeng kayu kuno, koleksi ada di museum, tetapi barangnya berbeda dengan daftar inventarisasi. Lalu, pada koleksi wayang kuno, ternyata jumlah koleksi yang semestinya satu set justru tinggal separuhnya. Menurut keterangan ahli wayang, separuh set wayang kuno serupa kini berada di Belanda,” kata Marbun, Minggu (15/6). Meskipun demikian, belum bisa dipastikan, apakah koleksi itu berasal dari Museum Sonobudoyo. Faktanya, di Sonobudoyo koleksi wayang serupa kini tinggal tersisa sebagian.


Sistem pengelolaan buruk

Menurut Marbun, pengecekan koleksi museum sangat penting untuk mendeteksi kemungkinan korelasi antara sistem pengelolaan yang buruk dan kasus pencurian koleksi emas Sonobudoyo.

”Di setiap museum, database menjadi bagian yang sangat penting. Setiap koleksi harus diregistrasi lalu ditulis dalam buku inventaris,” ujarnya.

Ketidaksinkronan antara koleksi museum dan daftar inventarisasi atau buku induk museum juga pernah disampaikan Ketua Tim Evaluator Kasus Sonobudoyo Daud Aris Tanudirjo. Menurut Daud, buruknya manajemen turut memberikan peluang munculnya kasus pencurian.

Kondisi itu sangat memprihatinkan untuk sebuah museum dengan jumlah koleksi mencapai lebih dari 42.000 item. Dengan jumlah koleksi itu, Sonobudoyo merupakan museum kedua dengan jumlah koleksi terbanyak setelah Museum Nasional di Jakarta.

Kepala Museum Sonobudoyo Riharyani mengatakan, tidak tahu-menahu tentang hilangnya koleksi selain 87 koleksi emas pada 2010. Menurut dia, Sonobudoyo telah mengetatkan pengamanan dengan menambah jumlah petugas keamanan, kamera pengawas, serta sensor dan alarm.

”Belum ada perkembangan baru dari penyelidikan polisi dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil tentang pencurian koleksi emas. Kalaupun pernah muncul beberapa nama orang yang diduga terlibat, mereka belum berani melangkah karena belum ada barang bukti,” ujar dia. (ABK)

(Sumber: Kompas, Senin, 16 Juni 2014)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: