Oleh: museumku | 31 Januari 2015

Museum Kepresidenan Balai Kirti

Blog-10Enam Presiden RI, dari kiri ke kanan: Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Perbendaharaan museum di Indonesia bertambah lagi. Museum itu bernama Museum Kepresidenan Balai Kirti. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 Oktober 2014. Museum Kepresidenan terletak di dalam kompleks Istana Bogor. Pintu masuknya ada di dekat gereja. Museum itu baru dibuka untuk umum, tentu saja dengan izin khusus, pertengahan November 2014.

Menurut Presiden dalam sambutannya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pendahulunya. Oleh karena itu melalui museum, bangsa Indonesia bisa memetik berbagai pelajaran masa lalu untuk pembelajaran masa depan.


Balai Kirti

Museum Kepresidenan digagas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunannya dimulai pada 2012 dan selesai pada Agustus 2014. Setelah itu dilakukan penataan pameran dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk masyarakat.

Kirti sendiri berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kuno, artinya amal utama atau tindakan yang membawa kemashuran. Dengan demikian Balai Kirti diartikan bangunan yang menampung berbagai benda bersejarah peninggalan perjalananan kepemimpinan para Presiden RI. Museum Kepresidenan didirikan di atas lahan seluas 3.211,6 meter persegi.


Tiga lantai

Museum memiliki tiga lantai yang terdiri atas tiga bagian. Lantai pertama adalah Galeri Kebangsaan, disajikan mengenai sejarah bangsa seperti naskah proklamasi, lambang negara, Pancasila, UUD 1945, sumpah pemuda, dan peta digital yang menggambarkan wilayah NKRI. Selain itu ada patung enam Presiden RI dan ruang audio-visual.

Lantai kedua adalah Galeri Kepresidenan, disajikan berbagai peristiwa, prestasi, dan sosok enam presiden yang pernah memimpin RI, yaitu Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Benda-benda koleksinya terdiri atas foto, buku, lukisan, benda seni, catatan-catatan, dan peralatan pribadi presiden. Pada setiap ruangan dilengkapi audio visual dalam bahasa Indonesia.

Masih di lantai kedua terdapat Perpustakaan Kepresidenan dan Ruang Baca Presdien. Saat ini tempat tersebut belum boleh dikunjungi. Ada koleksi-koleksi buku pilihan di tempat ini.

Lantai ketiga adalah taman terbuka yang dapat digunakan pengunjung untuk bersantai setelah berkeliling museum.

Museum Kepresidenan tampaknya belum sempurna. Perbaikan gedung masih berlangsung. Info tentang keenam presiden di ruang pameran masih minim. Kemampuan tenaga pemandu harus ditambah karena sejarah tergantung pada cerita yang menarik. Kekurangan lain adalah tidak dimasukkannya Pejabat Presiden Asaat dan Syafruddin Prawiranegara, yang sementara waktu pernah menggantikan Presiden Soekarno.

Pengunjung Museum Kepresidenan akan dipandu. Pada beberapa lokasi pengunjung boleh berfoto. Khusus untuk Galeri Kepresidenan pengunjung dilarang mengambil gambar.

Anda tertarik mengunjungi Museum Kepresidenan? Silakan hubungi mail.riogunawan@gmail.com atau faks. 0251-8328172 (Djulianto Susantio)

Denah museum

Denah-01

Galeri foto

Blog-01

Blog-02

Blog-03

Blog-08

Blog-06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: