Oleh: museumku | 14 Oktober 2010

Karya Seni: 1.001 Keindahan di Museum Widayat

KOMPAS Jawa Tengah, Sabtu, 9 Okt 2010 – Kabupaten Magelang tidak hanya punya Candi Borobudur. Apabila berkunjung ke daerah ini, ada keindahan karya seni dan kebudayaan lain yang dapat dinikmati selain kemegahan Candi Borobudur. Keindahan itu ada dan terpapar di Museum Haji Widayat melalui ribuan karya seni rupa yang ada di dalamnya.

Dibangun berdekatan dengan tiga candi, yakni Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut, membuat keberadaan Museum Haji Widayat semakin menguatkan aura seni budaya di kawasan Kecamatan Mungkid dan Borobudur.

Kompleks Museum Widayat berdiri di areal seluas sekitar 7.000 meter persegi. Selain museum, di dalamnya juga terdapat Galeri H Soerwarni dan Art Shop Soemini. Keseluruhan bangunan dalam kompleks ini dirancang oleh arsitek Edji Sukedji.

Museum Haji Widayat yang diresmikan pada 30 April 1994 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro ini, memiliki 1.001 lukisan karya koleksi almarhum Haji Widayat, 533 karya pelukis lain, serta berbagai benda seni milik almarhum, seperti patung Asmat, tempat tidur dari China, dan beragam karya seni almarhum yang melekat pada fisik bangunan seperti lukisan atau pahatan pada dinding.

Di museum ini juga dipamerkan ratusan lukisan karya Widayat yang merupakan masterpiece (karya agung). Semua lukisan menggunakan cat minyak di atas kanvas. Selain itu, terdapat juga karya pelukis-pelukis besar lainnya, antara lain Sudjojono, Mochtar Apin, dan Popo Iskandar. Namun, karya-karya tersebut hanya untuk dipamerkan, tidak bisa dibeli.

Selesai menikmati Museum Haji Widayat, pengunjung dapat bergeser mengecap rasa keindahan yang sama dengan melanjutkan langkah menuju Galeri Soewarni dan Art shop Soemini. Sebagian karya seni di galeri dan toko seni tersebut yang mengambil nama dari dua istri Widayat yang bernilai jutaan rupiah bisa dibeli.

Perjalanan melintas museum, galeri, dan art shop ini pun terasa menyenangkan karena pengunjung akan melewati taman yang ditata apik. Sebagian patung dan karya seni karya Widayat sengaja di tempatkan di tengah rerimbunan tanaman.

Putra almarhum Widayat, Fajar Purnomo Sidi, yang baru saja diangkat sebagai Direktur Museum Widayat, mengatakan, keindahan museum saat ini belum mampu tersaji utuh.

Dari hasil pendataan terakhir, setelah berganti manajemen pengelolaan, sebanyak 51 karya seni rupa lenyap dan tidak ditemukan di museum.

“Kami saat ini sedang membentuk tim untuk mencari 51 karya seni rupa yang hilang tersebut,” ujarnya.

Hilangnya lukisan ini sempat membuat museum ini ditutup pada 6 Juni 2010 dan kembali dibuka pada 24 Agustus lalu.

Sastrawan Ajip Rosidi menyatakan kagum dengan karya-karya Widayat, dan berharap lukisan-lukisan yang hilang bisa kembali, seperti saat museum didirikan.

“Secara keseluruhan, almarhum Widayat membuktikan keseriusannya dalam membangun sebuah museum seni rupa,” ujar Ajip. (Regina Rukmorini)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: