Oleh: museumku | 12 Agustus 2010

Museum Sejarah Maluku di Utrecht

Museum Sejarah Maluku di Utrecht menggelar pameran foto-foto Tanimbar (Maluku Tenggara) dari tahun 1920-an sampai sekarang dengan thema “Krijgers in de Kerk”

“Krijgers in de Kerk” (Ksatria di Gereja) memperlihatkan foto-foto yang dibuat oleh Petrus Drabbe seorang pater dari Belanda. Pameran itu dibuka dengan tari-tarian adat suku Tanimbar.

Pater Petrus Drabber membuat foto wanita-wanita Tanimbar yang menari, menenun kain ikat, pejuang-pejuang adat dengan busana kebesaran prajurit Tanimbar.

Foto-foto tersebut sangat menarik karena berbusana khas Tanimbar lengkap dengan perhiasan dan ornamen tradisional. Sabuk dihias kerang-kerang laut, gelang dari tulang ikan atau hewan lain, anting dihias uang logam Belanda jaman itu. Pendek kata foto-foto yang memperlihatkan kebudayaan, kesenian dan busana asli Tanimbar ketika itu.

Pater Petrus Drabbe. lahir 4 Juni 1887, di Heino sebuah desa kecil di propinsi Overijsel. Ayahnya seorang guru. Selesai pendidikan seminari pada usia 19 tahun, ia masuk biara. Sejak muda sudah bercita-cita untuk bisa berkunjung ke Papua. Maret 1915 pada usia 28 tiba di Tanimbar. Tinggal disana selama 20 tahun. Baru pada tahun 1935 terkabul cita-citanya, ia dipindahkan ke Nederlands Nieuw Guinea, yang kemudian menjadi Irian barat dan sekarang propinsi Papua.

Pater Petrus Drabbe bukan hanya seorang misionaris tapi juga seorang ilmuwan. Selain menjalankan tugas sebagai seorang hamba Tuhan yang setia, pater Drabbe juga sangat tertarik pada etnografi mengenai suku-suku bangsa dan linguistik. Minatnya yang luar pada bahasa, membuat pater Drabbe dalam waktu singkat menguasai bahasa Tanimbar. Tugasnya sebagai hamba Tuhan dan hobby, perhatian dan minatnya pada ilmu pengetahuan, membuat pater Drabbe berkembang menjadi seorang intelektual.

Pada tahun 1948 pater Petrus Drabbe mendapat satya lencana kehormatan dari kerajaan Belanda “Ridder in de Orde van Oranje Nassau” dan pada tahun 1962 mendapat penghargaan Zilveren Anjer dari sebuah yayasan yang diketuai oleh almarhum pangeran Bernhardt, suami dari almarhum ibu suri Ratu Yuliana.

(ranesi.nl)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori