Oleh: museumku | 23 Mei 2014

Koleksi Pusat Didistribusikan ke Daerah

Koleksi enam museum yang dikelola pemerintah pusat akan didistribusikan ke museum di daerah. Pemerintah juga menjajaki pengembalian koleksi dari museum luar negeri ke Indonesia. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Maridjan menuturkan, penyerahan itu bagian dari revitalisasi museum. ”Kendati demikian, tidak semua museum bisa menerima koleksi dari pusat karena harus memenuhi standar dan terakreditasi,” ujarnya, Kamis (22/5), di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Selain dari museum pusat, koleksi juga berasal dari sejumlah museum luar negeri. Museum Tropen di Belanda membuka kemungkinan pengembalian sebagian koleksinya ke Indonesia. Peluang serupa juga dibuka oleh sebuah museum di Jerman.

Kebijakan tersebut, menurut Kacung, ada konsekuensinya yakni museum di daerah memastikan siap menerima dan mengelola koleksi. Apalagi tidak semua museum daerah dalam kondisi layak.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Harry Widianto menuturkan, standardisasi dan akreditasi akan diatur dalam peraturan pemerintah tentang museum. Peraturan itu sudah selesai proses harmonisasi antarlembaga dan ditargetkan terbit sebelum pemerintah periode ini berakhir. ”Museum didorong untuk semakin baik dari segi koleksi, manajemen, bangunan,” kata Harry.


Terjamin

Distribusi ke museum daerah mulai dilakukan, antara lain dengan pengembalian kursi raja Siak ke Kabupaten Siak, Riau. Museum setempat dinilai mampu menjaga koleksi. ”Keamanan dan konservasi koleksi terjamin dan kalau daerah lain siap juga bisa mendapatkan koleksi,” ujarnya.

Standardisasi dan akreditasi diberlakukan kepada semua museum, baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah akan membantu semua museum sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Sementara itu, Kepala Museum Tanjung Pinang Abdul Basyaib mengatakan, Museum Tanjung Pinang termasuk yang belum memenuhi standar. Bangunan museum dalam kondisi rusak akibat bencana dan usia. Kerusakan terjadi saat rencana renovasi sedang disusun. Renovasi dilakukan sangat hati-hati karena bangunan museum termasuk benda cagar budaya sehingga tidak boleh mengubah bentuknya.

Renovasi museum bagian dari rencana Pemerintah Tanjung Pinang dan Pemerintah Kepulauan Riau mengembalikan tinggalan arkeologis Kesultanan Riau- Lingga ke bekas ibu kota kerajaan itu. Kerajaan yang runtuh pada 1911 itu meninggalkan banyak koleksi terkait kebudayaan Melayu. ”Banyak koleksi tersimpan di museum lain, di dalam dan luar negeri,” ujarnya. (RAZ)

(Sumber: Kompas, Jumat, 23 Mei 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: