Oleh: museumku | 16 Januari 2013

Lukisan Koleksi Museum Widayat tidak Hilang

WidayatIlustrasi: lukisan (Sumber: kaskus.co.id)

metrotvnews.com, Rabu, 16 Januari 2013 – Beberapa waktu yang lalu, sekitar 141 lukisan karya maestro lukis, Almarhum Haji Widayat di Museum H Widayat, yang berada di Jalan Mendut-Borobudur, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, dinyatakan hilang. Hal tersebut dibantah salah seorang ahli waris lukisan, Anwar Hutomo Kusumo Wardono.

Ia menjelaskan, pihaknya sebagai ahli waris bersama ahli waris yang lain telah mengambil lukisan tersebut. “Lukisan tersebut tidak hilang, tetapi kami tempatkan di satu tempat yang aman,” terang Anwar, Selasa (15/1), Pusat Bantuan Hukum Jogjakarta (PBHJ).

Lebih jauh Anwar menjelaskan, sudah disepakati keluarga, lukisan-lukisan almarhum Haji Widayat dibagi kepada ahli waris yang berhak secara adil. Menurutnya, tidak benar bila dibilang pihaknya disebut mencuri karena lukisan-lukisan tersebut merupakan hak milik sendiri.

Diakuinya, ada delapan dari sembilan ahli waris yang ikut ‘mengambil’ lukisan-lukisan tersebut. Semuanya tidak dilakukan dengan mencuri karena petugas jaga museum memberikan kunci. Setelah itu, lukisan-lukisan tersebut diambiil dari museum dan dibawa dengan mengunakan truk.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya meminta agar pihak pemimpin PT Haji Widayat, dalam hal ini Diyah Widiyanti yang mempunyai usaha museum, art shop, dan galeri Soewarni untuk berlaku adil. Adil dalam hal ini, terangnya, adalah terbuka dalam pengelolaan sehingga seluruh ahli waris dapat mengetahui segala hal yang berkaitan dengan PT Haji Widayat.

Untuk itu, sebelas ahli waris dari Haji Widayat melalui kuasa hukum Irawadi Uska, telah mengajukan gugatan terhadap Fajar Purnomo Sidi dan Diyah Widiyanti, yang tengah memimpin PT Haji Widayat yang juga merupakan ahli waris. Menurut Irawandi, kepemimpinan Diyah tidak dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Imbasnya, ketiga usaha tersebut tidak berkembang dengan baik. Bahkan, ada dugaan, karya-karya asli H Widayat diduga dipalsukan sehingga merugikan pembeli dan ahli waris.

Selain itu, pihak tergugat dinilai tidak transparan dalam mengelola keuangan museum, galeri, dan art shop, baik saat menjual maupun pascaterjual lukisan tersebut. Tergugat pun dinilai menutup-nutupii pengelolaan hasil dari penjualan lukisan tersebu, bahkan ingin menguasai sendiri seluruh lukisan peninggalan H Widayat.

Untuk penyelesaian kasus tersebut, pihak Polres Kabupaten Magelang akan melakukan mediasi dengan para ahli waris yang bersengketa. Rabu (16/1), pihak penggugat diundang untuk mediasi di Polres Magelang agar persoalan ini segera selesai.

Sebelumnya, pengelola Museum Haji Widayat di Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menutup museum setelah mengaku kehilangan 140-an koleksi karya lukis Widayat. Kehilangan koleksi tersebut diperkirakan sejak antara tanggal 10-11 Januari. (AT/OL-2)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori