Oleh: museumku | 12 Agustus 2010

Pameran Kebudayaan Tiongkok-Barat Pada Zaman Kuno di Museum Beijing

indonesian.cri.cn – Pameran tentang riwayat Matteo Ricci, pendeta Italia yang berkunjung ke Tiongkok untuk menyebarkan peradaban Barat pada 400 tahun yang lalu tengah digelar di Museum Ibukota Beijing. Bersamaan dengan itu, digelar pula pameran barang porselin Tiongkok yang dijual ke Eropa pada abad ke-18. Melalui kedua pameran itu, para pengunjung akan bertambah pengetahuan tentang pertukaran antara peradaban Tiongkok dan Barat pada zaman kuno.

Pada akhir abad ke-16, pendeta Italia Matteo Ricci menginjak kakinya di Tiongkok. Waktu itu, Gerakan Renaisans dan Revolusi Sains Eropa membawa kedinamisan yang luar biasa kepada dunia Barat, sementara itu, Tiongkok tengah berada di bawah kekuasaan pemerintahan Kaisar Wanli Dinasti Ming (1368-1644). Matteo Ricci datang ke Tiongkok dengan membawa sejumlah mesin persisi Eropa waktu itu, antara lain, triangular prism, Antikythera dan jam alarm. Selama berada di Tiongkok, Matteo Ricci berusaha menyebarkan ilmu matematika, astronomi dan geografi Barat kepada pejabat dan sarjana Tiongkok. Buku pelajaran sejarah Tiongkok mencatat, bahwa Matteo Ricci adalah orang Eropa pertama yang memperkenalkan iptek dan kesenian Barat zaman modern kepada Tiongkok.

Tahun 2010 adalah genap 400 tahun wafatnya Matteo Ricci, sekaligus HUT Ke-40 penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Italia. Tahun ini juga adalah Tahun Kebudayaan Tiongkok-Italia. Di depan upacara pembukaan Pameran Riwayat Matteo Ricci sebagai Duta Pertukaran Iptek Tiongkok-Barat yang digelar di Museum Ibukota Beijing, Wakil Direktur Biro Benda Budaya Nasional Tiongkok, Zhang Bai mengatakan: “Pendeta Italia, Matteo Ricci datang ke Tiongkok untuk menyebarkan ilmu pengetahuan seperti Astronomi, matematika dan geografi, dan sejak itu muncullah demam belajar ilmu Barat di Tiongkok. 400 tahun yang lalu, Matteo Ricci selaku duta peradaban Barat membangun jembatan pertukaran kebudayaan antara Tiongkok dan Italia. 400 tahun kemudian, barang-barang kesenian kedua negara kembali mengadakan dialog bersejarah dengan menembus dimensi waktu.”

Pihak penyelenggara pameran Italia menyeleksi 70 barang pameran, termasuk karya-karya maestro pelukis Raphael dan Titian, serta barang pameran di bidang bangunan, kitab dan iptek, yang mencerminkan hasil baru dan gaya baru yang muncul di Eropa setelah Renaisans pada abad ke-16 dan ke-17. Pihak Tiongkok menyediakan 60 barang pameran, antara lain, pakaian, lukisan dan kaligrafi serta patung agama Buddha untuk mencerminkan taraf kesenian Tiongkok pada waktu yang sama.

Yang Hong dari Institut Penelitian Arkeologi di bawah Akademi Ilmu Sosial Tiongkok memperkenalkan, penyelenggaraan kedua pameran itu di tempat yang sama dan pada waktu yang sama akan memudahkan para pengunjung mengenal dunia pada waktu itu. Dikatakannya: “Melalui kedua pameran itu, para pengunjung akan bertambah pengetahuan tentang dunia di Timur dan Barat pada waktu itu. Matteo Ricci justru memainkan peranan penting dalam penggabungan peradaban Barat dan Timur. Walaupun ia adalah pendeta, namun berjasa besar sebagai duta kebudayaan dalam sejarah.”

Song Dawei adalah seorang remaja yang berusia 14 tahun. Ia mengatakan bahwa dia tahu Matteo Ricci dari buku pelajaran. Ia berharap suatu hari berjalan-jalan ke luar negeri untuk menambah pengetahuan. Ia mengatakan: “Bagi saya, barang-barang yang dibawa Matteo ke Tiongkok sangat menarik. Sungguh di luar dugaan saya bahwa orang zaman kuno sudah menguasai ilmu pengetahuan yang begitu mendalam. Pertukaran antara kedua pihak akan menguntungkan perkembangan bersama.”

Gian Mario Spacca asal Italia menyatakan, pikiran Matteo Ricci untuk mendorong pertukaran Barat dan Timur akan diteruskan di zaman sekarang. “Kami akan maju terus dengan menelusuri jalan yang ditempuh Matteo Ricci. Di satu pihak, kami mengakui adanya perbedaan yang sangat besar antara satu sama lain, dan di pihak lain kami berusaha mengadakan dialog dan melakukan pertukaran dengan peradaban yang lain.”

Porselin merupakan salah satu penemuan yang paling mengagumkan dalam sejarah Tiongkok. Pameran Barang Porselin Dinasti Qing (1644-1911) Tiongkok yang digelar bersama dengan Pameran Riwayat Matteo Ricci di Museum Ibukota totalnya menampilkan hampir 200 barang porselin yang dijual ke luar negeri. Barang porselin memainkan peranan penting dalam mendorong pertukaran Tiongkok dengan Barat di bidang ekonomi, kesenian dan kebudayaan pada abad ke-18. Menurut prakiraan, paling sedikit 60 juta barang porselin Tiongkok diekspor ke Eropa pada abad ke-18. Wakil Kurator Museum Ibukota, Nyonya Yao An memperkenalkan, bahwa pihaknya khusus mengatur penyelenggaraan kedua pameran itu pada waktu yang sama. Ia mengatakan: “Pada akhir masa Dinasti Ming, pendeta-pendeta Barat berdatangan ke Tiongkok. Sementara itu, peradaban Tiongkok pun disebarkan ke Barat. Kami menyelenggarakan kedua pameran itu secara simultan justru untuk menampilkan kembali pertukaran yang terjadi antara Timur dan Barat pada waktu itu. Barang porselin yang diekspor Tiongkok ke Eropa sangat populer di keluarga bangsawan dan kekaisaran waktu itu.”

Barang-barang porselin yang dijual ke Eropa dibuat khusus menurut minat estetika Barat, dengan warnanya menyala. Bentuknya pun berbeda dengan barang porselin yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dalam barang-barang porselin yang diekspor ke Barat, ada yang dilukis corak bunga, burung, pemandangan alam serta figur yang bertema adat istiadat Tiongkok; ada pula yang dilukis corak yang mencerminkan kehidupan Barat.

Ahli porselin, Hu Yanxi mengatakan, bahwa barang-barang porselin yang diekspor ke luar negeri pada masa Dinasti Qing mempunyai pesona kesenian yang luar biasa.

Iklan

Responses

  1. bagus juga ya pameran nya
    🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori