Oleh: museumku | 8 Januari 2011

Karya Monumental Romawi di Museum Pergamon

mediaindonesia.com, Rabu, 29 September 2010 – ALTAR Pergamon merupakan salah satu reruntuhan Romawi di Turki yang terkenal. Jika ingin melihat bagaimana kira-kira keadaan situs ini pada masanya, Anda bisa datang ke Museum Pergamon yang terletak di Museum Island, Berlin, Jerman.

Situs spektakuler ini dirancang oleh Alfred Messel dan Ludwig Hoffmann dimana pembangunannya memakan waktu selama 20 tahun (1910-1930). Museum ini merupakan rumah bagi bangunan-bangunan monumental yang direkonstruksi dalam ukuran sebenarnya seperti Altar Pergamon dan Gerbang Pasar Miletus.

Altar Pergamon adalah konstruksi monumental yang dibangun pada pemerintahan raja Eumenes II di paruh pertama abad kedua sebelum Masehi. Struktur aslinya mempunyai lebar 35,64 meter dengan kedalaman 33,4 meter. Bagian tangga depannya sendiri memakai area sepanjang hampir 20 meter.

Bagian depan tangga ini dihiasi dengan dekorasi relief yang menunjukkan pertempuran antara raksasa dan para dewa Olimpia yang dikenal sebagai Gigantomachy.

Sementara itu, Gerbang Pasar Miletus yang terdata sekitar 120 M juga merupakan bangunan yang spektakuler. Bangunan ini mempunyai tinggi hampir 17 meter dan lebar 29 meter.

Kedua bangunan inilah yang menjadi salah satu koleksi Museum Pergamon. Bentuk dan ukurannya dipertahankan sesuai dengan kondisi awalnya. Jika melihat langsung, Anda mungkin akan berdecak kagum.

Selain itu, Museum Pergamon juga mempunyai koleksi Timur Tengah, dan seni Islam. Dengan banyaknya koleksi seni yang terjaga dengan baik, setiap tahunnya sekitar 850.000 orang mengunjungi museum ini sehingga menjadikannya museum seni yang paling banyak dikunjungi di Jerman (2006).

Mengenai kisah pembuatannya, Museum Pergamon pertama kali digagas oleh Alfred Messel. Setelah meninggal pada 1909, teman dekatnya Ludwig Hoffman mengambil alih konstruksi, yang dimulai pada tahun 1910. Konstruksi terus berlanjut selama PD I (1918). Pada PD II, museum ini juga sempat rusak berat, namun banyak objek tampilannya disimpan di tempat yang aman.

Jika ingin berkunjung, Anda bisa datang pada hari Selasa-Minggu. Museum ini buka mulai pukul 10.00-18.00 waktu setempat, kecuali hari kamis yang tutup sampai pukul 22.00 waktu setempat. Biaya masuk museum untuk orang dewasa 8 euro (sekitar Rp93 ribu) sedangkan anak-anak di bawah 16 tahun gratis.(*/X-12)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori