Oleh: museumku | 7 Mei 2011

Pertemuan Museum Se-Indonesia, Dijadikan Ajang Pendidikan

globalnews-indonesia.com, Rabu, 4 Mei 2011 – Museum bukan hanya tempat untuk berwisata saja, atau khusus menyimpan koleksi-koleksi benda bersejarah perjuangan jaman dulu. Namun museum bisa dijadikan sebagai media pembangunan pendidikan dan karakter.

Hal ini dikatakan PLt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, dalam sambutannya, pada pembukaan Pertemuan Nasional Museum se-Indonesia, di Hotel Grand Angkasa, Medan, Senin (2/5) malam. “Melalui pertemuan ini, saya atas nama masyarakat Sumut dan Pempropsu mengharapkan pertemuan ini menjadi cikal bakal untuk pengembangan pendidikan karakter kepada pengunjung-pengunjung museum,” katanya.

Dalam pendidikan karakter, lanjut Gatot, akan muncul nilai-nilai positif terkait pengembangan karakter dan jati diri melalui observasi seperti halnya yang pernah dilakukan tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro.

Pendidikan karakter ini, kata Gatot, yang mengingatkan pembukaan pertemuan tersebut seiring dengan peringatan hari pendidikan nasional (hardiknas) diharapkan menjadi motivasi bagi Pempropsu dan segenap yang hadir untuk lebih serius dalam mengembangkan pendidikan karakter.

“Seperti yang sudah kita lihat bersama, saat ini banyak di antara generasi muda kita yang sudah mulai ke luar dari karakter dan jati dirinya sebagai anak bangsa. Karena itu, sudah saatnya kita semua melakukan penyadaran kembali, salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi museum sebagai media pembelajaran,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga mengungkapkan kegembiraannya dengan dilakukannya pertemuan nasional museum tersebut di Kota Medan, ibukota Propinsi Sumut. Hal ini, katanya, akan memberikan motivasi bagi Pempropsu dan pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan pembenahan terhadap museum dan infrastruktur pendukung event-event nasional.

“Dalam beberapa kesempatan di pertemuan nasional, saya selalu menyampaikan keinganan kami masyarakat Sumut untuk memperbanyak event-event nasional di Sumut. Sebab, dari segi kepariwisataan pun, potensi pariwisata Sumut tidak kalah dibandingkan dengan Bali, yang selama ini lebih sering dijadikan tuan rumah dalam menyelenggarakan event-event nasional,” katanya.


Pencerahan baru bagi museum

Sementara itu, menurut Kepala Museum Sri Baduga Jawa Barat, Pramaputra, ketika dimintai komentarnya lewat telepon selulernya, mengatakan bahwa dirinya mengikuti pertemuan museum se-Indonesia ini, dalam rangka menambah wawasan juga sebagai wahana perbandingan aktivitas seluruh museum yang ada di Indonesia.

Acara pertemuan tersebut, dituturkan Prama, memiliki tema, “Museum dan Pembangunan Karakter Bangsa”. Dan dari tema itu nantinya, direalisasikan kepada keberlangsungan museum sebagai sarana, seperti; museum sebagai kebutuhan, museum berbasis kepada kuratorial, dan juga museum berbasis kepada publik.

“Mudah-mudahan ketiga keinginan dan harapan tersebut, dapat bisa dijalankan oleh Museum Sri Baduga ke depannya,” ujarnya. Untuk itu, Prama mengharapkan dengan adanya pertemuan museum se-Indonesia yang digelar di Medan tersebut, dapat memberikan pencerahan baru kepada seluruh museum-museum yang ada di nusantara ini. “Intinya dengan kegiatan itu, menjadikan sebuah konsolidasi bagaimana kedepannya cara membangun museum agar lebih baik dari sebelumnya,” tandasnya.

(Sumber: Global News)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: