Oleh: museumku | 11 Juni 2010

Museum Tekstil

Gedung Museum Tekstil dibangun pada awal abad ke-19, merupakan rumah warga Perancis yang kemudian dijual kepada konsul Turki, Abdul Azis Al Mussawi Al Katiri. Tahun 1942 gedung ini dijual kembali kepada Karel Cristian Cruq.

Gedung ini sempat menjadi Markas Besar Barisan Keamanan Rakyat (BKR), saat Jakarta sedang diliputi semangat juang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Setelah pertempuran fisik, gedung ini dihuni oleh Lie Sion Phin (1947). Setelah itu menjadi museum pada 28 Juni 1978. Peresmiannya dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto.


KOLEKSI

Koleksi Museum Tekstil berupa kain tradisional seperti kain batik, ikat, dan pelangi. Kain tradisional ini paling menonjol dan menunjukkan cara-cara penciptaan pola ragam hias kain. Sablon, lukisan tangan, dan prada merupakan teknik pencetakannya. Dari koleksi-koleksi ini dapat dipelajari perkembangan motif-motif tradisional dari masa ke masa. Selain itu juga ditampilkan peralatan batik dan tenun dari berbagai daerah. Museum Tekstil juga menampilkan koleksi tekstil modern karya perancang busana terkemuka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk terus mengembangkan pertekstilan Indonesia.


ALAMAT

Jalan KS Tubun No. 4 Jakarta Barat
Telepon (021) 5606613


JAM KUNJUNG

Selasa – Kamis: 09.00 – 15.00
Jumat: 09.00 – 14.30
Sabtu: 09.00 – 12.30
Minggu: 09.00 – 15.00


KARCIS MASUK

Dewasa: Rp 3000
Rombongan dewasa: Rp 1500
Mahasiswa: Rp 1000
Rombongan mahasiswa: Rp 750
Anak-anak pelajar: Rp 650
Rombongan anak-anak: Rp. 500

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: