Oleh: museumku | 28 Oktober 2012

Museum Cake Satu-satunya di Dunia Hampir Ditutup

Foto: Flickr/jericl_cat

Senin, 27/08/2012 – Pernah mendengar tentang museum cake? Di Los Angeles, Amerika Serikat, ada sebuah tempat yang menyimpan berbagai macam cake berdekorasi. Sayangnya, museum mungil ini terancam tutup karena kendala biaya.

Museum cake tersebut didirikan oleh Frances Kuyper (78 tahun), seorang penghias cake, pada tahun 1994. Koleksi museum ini terdiri dari 140 buah cake yang tak bisa dimakan. Semuanya terbuat dari plastik atau styrofoam, namun dibuat mirip dengan cake asli plus dekorasinya.

Bisa dibilang, museum cake ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di dunia. Jejeran lemari pajang menampilkan kue-kue cantik dengan teknik yang cukup rumit, termasuk kue bergambar foto Lady Diana yang dilukis dengan airbrush dan kue 3 dimensi berbentuk istana.

Kuyper dikenal sebagai pelopor teknik airbrush pada cake. “Ialah orang pertama yang melakukan teknik airbrush pada cake tanpa melubangi frostingnya,” ujar Carolyn Mathewson, rekan Frances sesama anggota International Cake Exploration Societe.

Kuyper pertama membuka tempat pameran cake di Pasadena, di sebuah gedung yang berseberangan dengan rumahnya. Ia dan suaminya menghabiskan tabungan sebesar $40.000 (Rp 381 juta) untuk mengubah tempat tersebut menjadi museum mini.

Setelah suaminya meninggal, Kuyper pindah ke panti jompo di Boyle Heights. Museum cakenya turut direlokasi ke basemen gedung tersebut. Di tempat mungil inilah museum cake tersebut berdiri sampai sekarang. Kuyper biasa mengantar pengunjung berkeliling sekaligus melakukan demo.

Kuyper meninggal dunia pada Juli 2010. Sejak saat itu, nasib museum cake tersebut tak jelas. Bahkan, kue-kue imitasi tersebut nyaris dibuang. Untungnya, seorang instruktur departemen kuliner di West Valley Occupational Center (WVOP) berhasil menyelamatkannya.

Dulu, Susan Holtz, nama instruktur tersebut, sering mengajak mahasiswanya ke museum cake Kuyper untuk memelajari koleksi cake di sana. Mendengar kematian Kuyper, Holtz langsung menelepon panti jompo tempat Frances pernah tinggal dan mengetahui bahwa cake di sana akan segera dibuang.

Holtz segera merencanakan pemindahan museum tersebut ke kampusnya. Ia merekrut mahasiswa desain untuk merancang lemari display permanen dan meminta mahasiswa dari kelas pertukangan untuk mewujudkannya.

Sayang, pada Juni 2012 masalah keuangan melanda Los Angeles Unified School District (LAUSD). Mereka terpaksa memangkas sumbangan untuk pendidikan bagi orang dewasa menjadi setengah, termasuk WVOP. Seluruh staf sekolah inipun di-PHK. Masa depan museum cake kembali terombang-ambing.

“Jika museum ini akan ditutup, tolong beritahu saya. Saya akan menyewa sebuah unit penyimpanan jika perlu. Saya tidak mau cake-cake ini dibuang karena semuanya bersejarah,” ujar Holtz kepada LA Times, seperti dikutip dari ediblegeography.com. (fit/odi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori