Oleh: museumku | 6 Agustus 2016

Pameran Tokoh Teuku M. Hasan

Teuku-hasan-1Sambutan Pimpinan Direktorat Sejarah, Triana Wulandari, menjelang pembukaan pameran

Pejuang-pejuang dari Aceh sudah lama kita kenal, di antaranya Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Dari masa proklamasi muncul nama Teuku M. Hasan. Hasan berperan penting sewaktu menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ia menengahi perdebatan tentang tujuh kata yang dikenal dalam Piagam Jakarta, yakni “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” yang diusulkan Ki Bagus Hadikusumo. Hasan meyakinkan Ki Bagus agar tidak sekadar melihat kepentingan kelompok tapi harus melihat kepentingan nasional. Menurutnya, yang diperlukan sekarang adalah kemerdekaan. Akhirnya Ki Bagus luluh dan menyetujui saran Hasan.

Pada 22 Agustus 1945 Presiden Soekarno mengangkat Hasan sebagai wakil untuk seluruh daerah Sumatera. Pada 29 September 1945 Hasan menjadi Gubernur Sumatera dan bertindak sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Ketika pada 1 Juni 1948 dibentuk tiga provinsi, yakni Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Tengah, dan Provinsi Sumatera Selatan oleh Komisariat Pemerintah Pusat di Jakarta, Hasan diangkat menjadi Komisariat Negara Urusan Umum merangkap Komisariat Pemerintah Pusat di Sumatera. Sewaktu berkecamuk revolusi fisik 1947-1948 Hasan menandatangani beberapa jenis URIPS (Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera).

Teuku-hasan-3Sebagian kecil materi pameran, antara lain piagam Bintang Gerilya, mata uang yang ditandatangani Teuku M. Hasan, dan foto-foto pejuang Aceh

Hasan pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) RI pada 1951. Ia berbicara banyak tentang pertambangan yang marak dikuasai asing sehingga pemerintah sepakat membentuk Panitia Negara Urusan Pertambangan (PNUP). Hasan ditunjuk sebagai wakil ketua. Pada 1956 Hasan menjadi Ketua PNUP. Ia berhasil menasionalisasi beberapa perusahaan minyak asing menjadi Permina (1957) dan Pertamin (1961). Dua perusahaan ini pada 1968 dilebur menjadi Pertamina. Ia pun mendapat julukan Bapak Pelopor Perminyakan Nasional.


Menteri

Di masa Orde Lama Hasan pernah menjabat Ketua Kabinet Menteri Dalam Negeri (Februari 1959), anggota panitia Interdepartemental “Pakem” (Mei 1960), Panitia Pertimbangan Keuangan (1960-1961), dan Panitia Negara Urusan Desentralisasi dan Otonomi Daerah (1962).

Teuku-hasan-2Penggambaran pertambangan minyak yang sudah dinasionalisasi berkat usaha Teuku M. Hasan

Teuku Moehammad Hasan lahir di Sigli Aceh pada 4 April 1906. Pendidikan tertingginya ditempuh di Fakultas Hukum Jakarta dan Leiden (Belanda). Dengan demikian ia dipanggil Meester in den Rechten (disingkat Mr.) Teuku M. Hasan. Pada 15 Agustus 1983 Hasan menerima penghargaan Bintang Maha Putra Adipradana dari pemerintah. Ia wafat pada 21 September 1997 dalam usia 91 tahun. Pada 3 November 2006 pemerintah menobatkannya sebagai pahlawan nasional.

Kiprah Teuku M. Hasan bisa dilihat dalam pameran di Museum Perumusan Naskah Proklamasi mulai 6 Agustus 2016 hingga 6 September 2016. Pembukaan pameran dilakukan oleh Direktur Sejarah, Triana Wulandari didampingi Kepala Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Agus Nugroho (Djulianto Susantio).

Hasan-1


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: