Oleh: museumku | 25 Desember 2011

Aduh, Ratusan Koleksi Museum Papua Rusak

mediaindonesia.com, Sabtu, 24 September 2011 – Sebanyak 700 koleksi di museum setempat rusak karena kurang perawatan secara intensif. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Harian Museum Negeri Provinsi Papua Sukardi.

“Dari 3.447 jenis koleksi museum ini, sekitar 200 jenis mengalami kerusakan yang parah dan 500 jenis mengalami kerusakan yang ringan,” katanya, di Jayapura, Sabtu (24/9).

Ia mengatakan kerusakan yang dialami ratusan koleksi museum tersebut terjadinya karena kurangnya biaya perawatan terhadap koleksi yang didominasi jenis organik tersebut.

“Rata-rata koleksi organik yang mengalami kerusakan di makan rayap,” katanya.

Sukardi yang pernah ikut memugar Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 1980-an itu mengatakan, pihaknya telah berkali-kali menyampaikan persoalan itu terkait kebutuhan biaya perawatan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua.

Tetapi, katanya, hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan secara serius.

Ia mengatakan perawatan terhadap ribuan koleksi museum yang diresmikan pada 1990-an itu terpaksa hanya dilakukan semampu mungkin karena keterbatasan dana.

“Kami hanya melakukan perawatan seadanya, karena beberapa kali kebutuhan untuk merawat koleksi museum ini tidak mendapatkan hasil sesuai harapan kami,” katanya.

Ia mengemukakan kurangnya biaya perawatan koleksi dan sarana lainnya di museum itu telah dihadapi sejak 2000, ketika Museum Negeri Papua yang pernah berpredikat ‘A’ tingkat nasional itu di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.

“Ketika masih di bawah Badan Museum Nasional atau di bawah Pemerintah Pusat biaya perawatan satu jenis koleksi Rp50.000 per item, namun sejak diberikan ke daerah hal itu sudah tidak ada lagi,” katanya.

Kerusakan ratusan koleksi museum tersebut juga karena tingkat kelembaban udara yang tinggi dan operasional terminal bayangan di samping kanan dan depan museum di Jalan Raya Waena-Sentani itu.

“Selain minimnya biaya perawatan dan tingkat kelembaban udara, rusaknya ratusan koleksi ini juga karena banyak debu yang lengket karena aktivitas mobil angkutan yang ada di terminal bayangan, tepat di depan kantor kami,” katanya.

Ia mengharapkan perhatian pemerintah setempat terhadap masalah kelestarian koleksi itu.

“Jika ratusan koleksi museum ini rusak parah dan tidak bisa dirawat lagi maka jati diri atau sejarah dari orang Papua juga bisa hilang,” katanya. (Ant/OL-10)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori