Oleh: museumku | 23 Agustus 2010

Museum Swasta Butuh Perhatian

Kompas Jawa Barat, Rabu, 18 Agustus 2010 – Museum yang dikelola swasta membutuhkan perhatian pemerintah. Keberadaannya menjadi salah satu tempat apresiasi kreativitas masyarakat.

“Museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda mati. Museum bisa menjadi salah satu motor penggerak kegiatan kreatif masyarakat,” ujar Kepala Museum Barli, Sanga Priagana, Selasa (17/8) di Bandung.

Museum Barli didirikan tahun 1992 oleh pelukis ternama, Barli Sasmitawinata, untuk menyimpan memorabilia dan lukisannya. Dalam perkembangannya, museum yang terletak di Jalan Sutami Nomor 91, Bandung, ini tidak sekadar menjadi tempat pameran karya seni, tetapi juga ruang diskusi, pameran, dan beragam pelatihan karya kreatif. Sanga mengatakan, perkembangan Museum Barli tak bisa lepas dari kebutuhan masyarakat terhadap ruang apresiasi publik. Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan sulitnya mencari tempat beraktivitas dan mengapresiasi seni serta kegiatan lain.

Akan tetapi, masalah yang kerap muncul adalah tingginya biaya operasional. Menurut dia, Museum Barli harus mengeluarkan Rp 8 juta tiap bulan dari kantong pribadi untuk biaya operasional. Pembiayaan terbesar untuk listrik, air, dan honor bagi empat pegawai.

“Untuk menutupinya, kami membuka diri sebagai tuan rumah beragam kegiatan dan pelatihan, seperti tari dan melukis,” ujarnya. Pelukis Andi Sopiandi mengatakan, biaya mengadakan pameran di Kota Bandung terbilang tinggi. Dalam sekali pameran perlu minimal Rp 10 juta. Jumlah itu termasuk biaya publikasi, terutama pembuatan poster dan pamflet. Keberadaan tempat publik, seperti museum swasta, sangat membantu kiprah dan kreativitas seniman.

Sanga berharap pihak swasta dan pemerintah ikut melirik keberadaan museum swasta. Pihak swasta bisa memanfaatkan museum sebagai tempat penyelenggaraan acara tertentu. Adapun pemerintah diminta memerhatikan eksistensi museum swasta dalam menyimpan sejarah kota dan meningkatkan kualitas masyarakat.

Sementara itu, Museum Geologi akan meluncurkan Forum Peduli Museum dengan anggota masyarakat pencinta museum pada Sabtu (21/8). Kepala Museum Geologi Yunus Kusumabrata mengatakan, masyarakat bisa terlibat dalam beragam program museum. Contohnya, membersihkan museum dan berdiskusi rutin tentang berbagai hal di museum. (CHE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: