Oleh: museumku | 24 Februari 2012

Berwisata Menelusuri Sejarah Perjuangan Bangsa

Mobil yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno (foto:dok/SH)

Sinar Harapan, Senin, 20 Februari 2012 – Dengan konsep edukasi, Museum Joang 45, Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, diresmikan pada 19 Agustus 1974 atas gagasan para pejuang 45. Gedung yang awalnya didirikan sebagai hotel ketika zaman Belanda ini mengalami beberapa pergantian fungsi.

Gedung Joang 45 dulunya bernama Gedung Menteng 31, yang dijadikan asrama dan tempat pendidikan nasionalisme para pemuda Indonesia. Setelah diperbaiki dan direnovasi, Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan gedung ini sebagai museum.

“Ada tujuh ruang di gedung utama. Setiap ruangan ada alur ceritanya. Dimulai dari ruang Belanda, ruang Jepang, ruang Proklamasi, ruang Perjuangan, ruang Diplomasi, ruang NKRI, dan terakhir ruang Semesta,” ujar Ludi (30), seorang pemandu di Museum Joang 45.

Selain menjadi pusat pengembangan informasi dan ilmu pengetahuan mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Museum Joang 45 juga merupakan pusat pelestarian dan pewarisan nilai-nilai kejuangan dan pusat berkreasi mengenai nilai kejuangan.

Berbagai koleksi ditampilkan di museum ini dalam bentuk foto, lukisan, hingga barang-barang sumbangan dari para pejuang, seperti baju, senjata, topi, mesin jahit, dan tas.

Tak ketinggalan juga patung setengah dada dari beberapa tokoh pejuang kemerdekaan. Koleksi yang ada masih tergolong sedikit, sehingga pihak museum masih berusaha mencari-cari barang peninggalan para pejuang, maupun dalam bentuk replikanya.

Meskipun masih berusaha menambah koleksi yang ada, pihak Museum Joang 45 tidak melakukan perawatan secara khusus untuk koleksi yang ada. Yang dilakukan hanya pembersihan secara rutin dan pengontrolan.

Koleksi yang ada selalu tetap, hanya penataan ruang pamerannya yang diubah setiap satu tahun sekali atau dua kali. “Di sini ada koleksi berupa mobil REP 1 dan REP 2 milik Bung Karno dan Bung Hatta, yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Selain itu ada pula bom rakitan para pejuang serta koleksi film yang kami sediakan di bioskop Joang 45,” kata Ludi.

Selain memiliki gedung utama atau gedung pameran, ada pula perpustakaan, ruang pamer mobil kepresidenan, bioskop Joang 45, dan kantor Dewan Harian Nasional 45. Pihak museum secara khusus menyediakan film-film dokumenter dan juga film perjuangan kemerdekaan.

Bangunan yang termasuk cagar budaya ini mempertahankan dua bangunan aslinya, yaitu gedung utama dan gedung sebelah kanan yang kini berfungsi sebagai perpustakaan.

Museum yang buka dari Selasa hingga Minggu ini memiliki aktivitas tahunan yang disebut pekan juang, pada Agustus tiap tahun.

“Dalam sepekan, kami mengadakan acara seperti seminar, diskusi, dan aneka lomba. Setiap 16 Agustus kami ada napak tilas proklamasi, semacam pawai yang dimulai dari museum ini menuju Museum Naskah Proklamasi dan kemudian ke Tugu Proklamasi. Di acara itu kami mengundang para pejuang 45 yang masih hidup ataupun keturunannya, dan juga berbagai komunitas seperti komunitas sepeda ontel dan mobil antik,” katanya.

Para pengunjung yang kebanyakan adalah rombongan anak sekolah sering kali datang pada hari biasa. Selain hari biasa, museum ini juga ramai dikunjungi pengunjung pada Sabtu dan Minggu, yang didominasi kalangan umum maupun komunitas pencinta museum.

“Paling banyak pengunjung itu ada pada Agustus, karena bulan itu adalah bulan kemerdekaan,” ujar Ludi.

Untuk lebih memperkenalkan Museum Joang 45 kepada masyarakat, pihak museum melakukan sosialisasi dengan mengundang sekolah-sekolah setiap bulannya untuk upacara di halaman museum, dan juga berkeliling serta menonton film di museum. Selain itu, pengenalan museum juga dilakukan lewat pameran-pameran yang diikuti museum.

“Kami juga mencoba memperkenalkan Museum Joang 45 ini kepada anak-anak sekolah, terutama SD dengan memberikan penyuluhan ke sekolah mereka,” ujarnya. (MG-1)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori