Oleh: museumku | 22 Desember 2011

Museum Kebangkitan Nasional

Warta Kota, Sabtu, 17 Desember 2011 – Setiap tahun masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Hari yang bersejarah ini jatuh pada 20 Mei. Dasar penetapan Hari Kebangkitan Nasional adalah lahirnya perkumpulan Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh para pelajar STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen), yakni sekolah kedokteran untuk para bumiputra. Berdirinya Budi Utomo dianggap sebagai tonggak timbulnya kebangkitan nasional yang pertama di Indonesia. Setelah Budi Utomo berdiri pula organisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya, seperti Indische Vereeniging, Serekat Dagang Islam, Indische Partij, dan Muhammadiyah.

Gedung STOVIA yang sekarang menjadi Gedung Kebangkitan Nasional, terletak di Jalan Abdulrahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat. Tri Koro Dharmo yang kemudian berubah menjadi Jong Java, juga dibentuk di gedung ini (1915). Demikian pula Jong Ambon dan Jong Minahasa (1918).

Sejarah Gedung STOVIA dimulai ketika dilakukan pembangunan pada 1899-1901. Pada Maret 1902 mulai dipakai untuk STOVIA. Para pelajar STOVIA diharuskan tinggal di asrama, di dalam kompleks gedung. Karena jumlah pelajar semakin bertambah, maka kapasitas gedung dianggap tidak memadai lagi. Pada 1920 pendidikan pindah ke gedung baru di Jalan Salemba No. 6. Namun sebagai asrama, tetap digunakan gedung lama.

Gedung lama juga tetap digunakan untuk pendidikan. Pada 1925 mulai dipakai untuk pendidikan MULO (setingkat SMP), AMS (setingkat SMA), dan Sekolah Asisten Apoteker sampai 1942. Pada zaman Jepang (1942-1945) gedung ini digunakan untuk menampung tawanan perang. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini ditempati oleh masyarakat Ambon.

Selanjutnya pada April 1973 Pemerintah DKI Jakarta memugar gedung tersebut. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Suharto pada 20 Mei 1974 dengan nama Gedung Kebangkitan Nasional. Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, pada 7 Februari 1984 Gedung Kebangkitan Nasional ditetapkan menjadi Museum Kebangkitan Nasional.

Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah. Koleksi-koleksinya berupa benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan kebangkitan nasional, meliputi foto, replika, lukisan, patung, diorama, maket, dan peralatan perang. Penataannya disusun menurut periodesasi sejarah perjuangan, yakni sebelum pergerakan nasional, awal kesadaran nasional, dan pergerakan nasional. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori