Oleh: museumku | 6 Mei 2014

Diskusi Sejarah: Pemikiran dan Perjuangan Dokter Soetomo

Diskusisoetomo-01Para pembicara, dari kiri ke kanan: Dr. Yuda B. Tangkilisan, Prof. Dr. Djoko Marihandono, dan Peter Kasenda, S.S. Paling kanan Agus Nugroho (moderator).

Museum Kebangkitan Nasional, Senin, 5 Mei 2014 menyelenggarakan diskusi sejarah “Pemikiran dan Perjuangan Dokter Soetomo” dengan pembicara Peter Kasenda (dosen Universitas 17 Agustus), Dr. Yuda B. Tangkilisan (dosen Universitas Indonesia), dan Prof. Dr. Djoko Marihandono (juga dosen Universitas Indonesia). Sebagai moderator adalah Agus Nugroho, Kepala Museum Sumpah Pemuda.

Kepala Museum Kebangkitan Nasional, R. Tjahjopurnomo, dalam sambutannya mengatakan, sebagai negara yang berdaulat, semua warga negara Indonesia berhak untuk menentukan ke mana arah bangsa kita akan dibawa. Para pendiri negeri ini, katanya, telah memberikan contoh yang sangat konkret dalam memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila sebagai generasi penerus, kita ingin memahami, mendalami, dan mengaktualisasikan gagasan-gagasan mereka yang hingga kini masih dirasakan relevan. “Salah satu gagasan yang masih relevan, bahkan sangat diperlukan hingga kini yaitu gagasan pentingnya azas persatuan di antara seluruh komponen bangsa, yang selalu dijunjung tinggi oleh dr. Soetomo,” jelasnya.

Soetomo adalah pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau Sekolah Dokter Jawa. Bersama beberapa kawannya, pada 20 Mei 1908 Soetomo mendirikan Budi Utomo, organisasi modern pertama di bidang pergerakan nasional. Kini setiap 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Menurut Peter Kasenda, saat itu STOVIA merupakan satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Batavia. Budi Utomo sendiri, merupakan organisasi Jawa dan berfokus pada kemajuan sosial-ekonomi masyarakat. Soetomo berkembang menjadi salah seorang tokoh nasionalis yang paling terkenal pada 1920-an dan 1930-an, walaupun tidak lagi sebagai pemimpin Budi Utomo. Pada masa itu dia mengkhususkan diri pada Kelompok Studi Indonesia dengan mempropagandakan otoaktivitas, self help penduduk Bumiputra.

Yuda B. Tangkilisan berpendapat membaca dan memahami Soetomo, bukan suatu hal yang mudah. Masa hidup dan perjuangannya relatif terbatas, memperlihatkan dinamika dan kompleksitas yang membutuhkan kejelian, ketajaman, dan keluasan wawasan.

“Sisi sosok dan perjuangan Soetomo yang relatif belum diberi perhatian khusus adalah pengamatan, keprihatinan, gagasan, dan perjuangannya di bidang perekonomian. Berbagai penulisan lebih menempatkan struktur politik sebagai faktor penjelasan tokoh Soetomo, yang memang tidak dipungkiri sangat relevan dan signifikan,” kata Yuda.

Sementara itu Djoko Marihandono menekankan Soetomo adalah seorang yang telah mencurahkan seluruh kehidupannya pada tugasnya. Ia adalah sosok yang penuh perhatian di bidang politik, seorang tokoh nasionalis yang memahami arti penting jauh melebihi batas-batas luas kepulauan di Nusantara bersama dengan banyak dinamika kelompok penduduk, agama, dan budayanya. Semua ini disatukan melalui suatu ikatan yang telah ada selama berabad-abad.

Diskusisoetomo-04


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: