Oleh: museumku | 17 April 2016

Museum Airlangga di Kediri

Museum-airlangga-5Museum Airlangga di Kediri

Mungkin di antara kita tidak asing lagi dengan salah satu lembaga yang monumental yaitu museum. Museum mempunyai makna dan fungsi ganda. Secara fisik digunakan sebagai wadah penyelamatan, pengamanan, pemeliharaan, serta pelestarian warisan kebudayaan, peninggalan sejarah, dan nilai-nilai luhur suatu peradaban masa lampau. Di sisi lain secara operasional museum sebagai lembaga fungsional penyelamatan dokumentasi kebudayaan, pusat penelitian, dan sebagai media komunikasi kebudayaan dari masa ke masa.

Izinkan saya memperkenalkan kepada teman-teman sejarawan, budayawan, dan masyarakat tentang museum yang berada di kota Kediri, yaitu Museum Airlangga. Museum Airlangga berdiri pada 30 November 1991 dan diresmikan pada 6 Februari 1992 oleh Gubernur Jawa Timur Drs. Soelarso. Saat ini Museum Airlangga beralamat di Jalan Mastrip No. 1, Kediri, telepon 0354-773157.

Sejarah pendirian museum berawal ketika pada 1982 sering ditemukan benda-benda purbakala di kota Kediri. Ketika itu didirikan Museum Tirtoyoso pada 1986. Museum ini terletak di Tirtoyoso Jalan A. Yani, juga di Kediri. Karena tempat dan sarana prasarana kurang memadai, pada 1991 didirikan Museum Airlangga di daerah Selomangkleng. Sampai sekarang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri, lewat pegawainya Ibu Endah Setyowati, SE dan Suminah, SPd.

Waktu operasional buka museum adalah Senin-Kamis pukul 08.00-16.00. Sabtu juga buka pukul 08.00-16.00. Perlu dicatat, setiap Jumat museum tutup dan Minggu buka pukul 07.00-16.00. Tiket masuk museum ini sangat terjangkau, yakni dewasa Rp1.000 dan anak-anak Rp500.

Arca dan Etnografi

Museum-airlangga-1Pengunjung sedang melihat-lihat koleksi museum

Museum Airlangga memiliki sekitar 110 koleksi arca dan 30 koleksi etnografi, di antaranya berupa arca brahma, patung primitif, makara, pakinangan, pipisan, anak timbangan, bima, simha, arca nenek moyang, umpak, altar batu, siva, jambangan batu, sivanandi, yoni, prasasti batu, ardhanari, padmasana, vishnu, relief manusia, miniatur rumah, gentong batu, arca buddhis, nandi, parvati, batu angka tahun, arca perwujudan, ganeca, jaladwara, cermin perunggu, ghanta, ghanta gantung, kala, keben, durga mahisasura, mata uang kuno, gerobak, reog ponorogo, wayang kayu, salinan alquran kuno, dan lesung. Museum dilengkapi perpustakaan mini yang berisi berbagai macam buku kuno.


Jawa Kuno

Di Museum Airlangga setiap minggu ketiga terdapat pembelajaraan aksara Jawa Kuno mulai pukul 09.00-12.00. Di sini juga terdapat sekretariat kebudayaan kota Kediri. Jadi Museum Airlangga tidak hanya sebagai tempat koleksi peninggalan sejarah, tapi juga tempat bertemunya para sejarawan, seniman, pemahat patung, pelukis, budayawan, blusuker, jejaker, dan berbagai komunitas pelestari budaya kota Kediri-Tulungagung.

Keunikan lain, di sebelah barat Museum Airlangga ada goa Selomangkleng, yang mempunyai angka tahun 1353 Saka. Di sebelah utaranya ada makam Resi Boncolono. Di sebelah timurnya ada pura peribadatan. Di belakang goa Selomangkleng juga terdapat goa lain, seperti goa Pededean dan goa Selobale.

Sekian informasi dari saya, semoga membawa manfaat buat teman-teman. Mari lestarikan budaya leluhur kita, jaga, dan turut serta dalam pemeliharaannya.


Galeri Foto:

Museum-airlangga-3

Museum-airlangga-4

Museum-airlangga-2


Laporan dan Foto: Ra Sukma WPJ


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori