Oleh: museumku | 12 November 2010

Kumpulkan Benda Bersejarah

* Buktikan Pertempuran 10 November Libatkan Seluruh Lapisan

KOMPAS Jawa Timur, Kamis, 11 Nov 2010 – Semua orang yang memiliki benda bersejarah terkait dengan Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya diimbau menyerahkan ke Museum 10 November. Benda-benda itu akan menguatkan bukti bahwa warga Surabaya dari seluruh lapisan terlibat dalam peristiwa besar tersebut.

Keluarga Bung Tomo memulai dengan menyerahkan mobil Opel Kapitan ke pemerintah. Mobil itu memang tidak dipakai Bung Tomo saat Pertempuran 10 November karena baru didapat sekitar pertengahan 1950. “Mobil ini dipakai Bapak untuk menemui berbagai teman seperjuangan. Saya pernah ikut Bapak keliling dengan mobil ini,” ujar putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, di Surabaya, Rabu (10/11).

Sebelum diserahkan ke museum, mobil itu dibiarkan tidak terawat di rumah keluarga Bung Tomo di Malang. Mobil itu ditinggal ketika keluarga Bung Tomo pindah ke Jakarta. Ketika diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya pada akhir Oktober 2010, sebagian badan luar mobil berkarat. Pemerintah Kota Surabaya memperbaiki mobil itu sebelum diserahkan secara resmi oleh keluarga ke pemerintah pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini. “Keluarga sepakat menghibahkan mobil ini ke pemerintah untuk dijadikan koleksi museum,” tuturnya.

Mobil itu rencananya akan diletakan dekat patung Bung Tomo di dalam Museum 10 November. Di museum yang terletak di kompleks Tugu Pahlawan Surabaya itu, sebelumnya terdapat juga melodrama yang menggambarkan Bung Tomo tengah orasi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, warga lain yang punya benda kenangan terkait dengan Pertempuran 10 November 1945 diimbau menghibahkan ke pemerintah. Benda-benda itu bisa berupa apa saja, selama benar-benar terkait dengan peristiwa besar tersebut.”Saya berharap semua memorabilia 10 November tersimpan di museum dan bisa dilihat semua orang. Benda-benda itu simbol keterlibatan seluruh lapisan warga Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945,” tuturnya.

Peringatan Hari Pahlawan di Surabaya juga disemarakkan dengan reli jip tua. Sebanyak 158 jip mengikuti reli ke berbagai titik bersejarah di Surabaya. “Mereka wajib melewati enam pos yang dibuat di beberapa titik bersejarah,” ujar Ketua Panitia Peringatan Hari Pahlawan 2010 Yayuk Eko Agustin.

Peserta datang dari berbagai kota di Jawa Timur. Sebagian kendaraan pernah dipakai semasa perang kemerdekaan Indonesia. “Reli ini sekaligus untuk mengenalkan titik-titik bersejarah di Surabaya yang dapat dijadikan obyek wisata,” tutur Yayuk.

Sementara di Taman Bungkul, peringatan Hari Pahlawan ditandai dengan peluncuran audisi calon pemain film Bendera Sobek. Film yang digarap bersama Telkom dan Rajawali Megah Vision(RMV) itu akan mencari calon pemain di berbagai kota di Jawa Timur dan Bali. “Film ini menunjukkan potensi lokal juga bisa dikembangkan,” ujar Suparwiyanto, Manager Commerce Telkom Flexi Jatim, Bali, Nusra.

Telkom dan RMV menyediakan lima bus yang akan menyambangi beberapa kota. Bus itu akan menjadi pusat audisi para calon bintang. “Bus ini sekaligus mempromosikan audisi untuk film yang akan dibuat dan diperankan oleh orang-orang Jatim,” ujarnya. (RAZ)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: