Oleh: museumku | 16 September 2012

Jalan-jalan ke Museum Tas Antik di Amsterdam

Berbagai koleksi tas di dalam museum

VIVAlife, Minggu, 16 September 2012 – Bags and Purses begitulah nama sebuah museum yang menyimpan beragam tas unik berlokasi di Amsterdam, Belanda. Tas yang menjadi koleksi di museum itu bukan tas biasa, melainkan koleksi tas yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Selain tas, juga disimpan dompet serta koper antik yang pernah menjadi tren mulai dari abad pertengahan hingga saat ini. Lebih dari 4.000 koleksi tas ada di museum itu, sehingga tak heran jika tempat itu disebut sebagai museum tas terbesar di dunia.

Seperti dikutip laman amusingplanet.com, Minggu, 16 September 2012, barang-barang antik yang dismpan dan dirawat di tempat itu merupakan hasil koleksi dari Hendrikje Ivo. Lebih dari 35 tahun ia menjadi pecinta barang antik berupa tas-tas unik.

Koleksi Museum of Bags and Purses, Amsterdam

Daya tarik Ivo pada tas antik dimulai ketika ia menemukan sebuah dompet kulit penyu kuno warna hijau yang diperkirakan dibuat pada tahun 1820. Saat menemukan barang antik ini, memicunya untuk terus mengumpulkan tas-tas unik.

Sebelum memutuskan menyimpang barang-barang uniknya dalam museum, ia telah mengumpulkan lebih dari 3.000 koleksi tas unik. Saat koleksinya mulai terus bertambah, ia pun segera memutuskan untuk memamerkan koleksi kepada publik.

Pada awalnya, museum ini hanya memiliki dua ruang dari sebuah vila di Amstelveen, tetapi karena koleksi terus bertambah banyak, Ivo mencari lokasi baru.

Museum ini berdiri sejak Juni 2007. Terletak di sebuah rumah bangsawan abad ke-17 di Herengracht, Amsterdam, tempat ini dianggap banyak orang sebagai tempat paling bergengsi.

Tak hanya sekadar tempat koleksi tas, museum ini juga membuuat diorama tentang sejarah diproduksinya sebuah tas. Dahulu, ukuran tas sangat kecil, hanya digunakan untuk menyimpang koin, kunci, dan jarum jahit. Tas tersebut banyak digunakan pria maupun wanita. Bisanya disimpan di bawah pakaian agar tak menarik perhatian pencuri.

Seiring dengan perkembangan fashion, model tas akhirnya juga makin berkembang. Model celana dengan kantong untuk pria dan perubahan model rok untuk wanita menyebabkan model tas selalu disesuaikan dengan perkembangan mode busana. Seringkali tas juga dirancang sebagai item khusus untuk wanita dengan segala aksesori yang rumit.

Dan pada saat Revolusi Industri, tepatnya abad ke-18 seiring dengan adanya perkembangan transportasi kereta api, yang dapat diakses oleh kelas menengah menyebabkan ukuran tas semakin besar dan dibuat dari kulit yang tahan lama.

Nama merek tas juga muncul ke permukaan pada tahun 1950-an, mulai dari Chanel atau Hermès. Jadi, bukan hanya tas bersejarah yang dipamerkan di museum ini, juga aneka tas bermerek dipamerkan dalam museum ini. Di antaranya, Gucci, Channel, Dolce and Gabbana, Louis Vuitton, Alexander McQueen, Issey Miyake, dan Stella McCartney menjadi koleksi museum ini.

Museum ini juga sering menggelar pameran tas cantik dan unik. Mulai dari tas karya desainer kontemporer nasional hingga internasional. Tak hanya itu, tempat ini pun membuka kesempatan desainer muda untuk pameran. Selain bisa melihat semua koleksi tas unik dan bersejarah, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam lokakarya dan bergabung dengan tur di museum. (Lutfi Dwi Puji Astuti, Stella Maris)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori