Oleh: museumku | 5 Juli 2010

Museum Gedung Juang 45

Gedung Museum Juang 45 dibangun pada 1938. Pertama kali difungsikan sebagai hotel mewah dengan nama Hotel Schomper. Pada zaman pendudukan Jepang gedung ini dipakai sebagai Pusat Pendidikan Politik yang kemudian dikenal dengan nama asrama Angkatan Baru Indonesia. Pengajar pada Pusat Pendidikan Politik ini antara lain adalah Ir. Soekarno, drs. Mohammad Hatta, Moh. Yamin, Mr Soenaryo, dan Mr. Ahmad Subarjo.

Tokoh-tokoh pemuda seperti Sukarni, Chairul Saleh, Adam Malik, dan AM Hanafi pernah bermarkas di sini. Mereka dikenal sebagai Pemuda Menteng 31. Para pengajar dan pemuda Menteng 31 bahu-membahu merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Untuk mengenang peranan mereka yang sangat besar pada kisaran tahun 1943-1945 dan untuk melestarikan semangat juang bangsa, maka pada 19 Agustus 1974 gedung ini diresmikan sebagai Museum Gedung Juang ’45.


KOLEKSI

Koleksi Museum Gedung Juang ’45 terdiri atas foto-foto dokumentasi berbagai peristiwa bersejarah yang berasal dari masa 1944-1949, seperti peristiwa Rapat Raksasa di lapangan IKADA, Bandung Lautan Api, dan pertempuran 10 November di Surabaya.

Selain itu Museum Gedung Juang ’45 memiliki koleksi patung dada para pahlawan masa Pergerakan Kemerdekaan berjumlah 17 buah. Juga terdapat koleksi lukisan yang berkaitan dengan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi fisik.

Koleksi utama pada museum ini adalah 2 mobil Proklamator, yaitu mobil kenegaraan yang pernah digunakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta, terdiri atas Mobil Republik 1 dan Mobil Republik 2.


JAM KUNJUNG

Selasa s.d Kamis: 09.00 – 15.00
Jumat: 09.00 – 14.30
Sabtu: 09.00 – 12.30
Minggu: 09.00 – 15.00


KARCIS MASUK

Dewasa: Rp 3000/orang
Rombongan dewasa: Rp 1500/orang
Mahasiswa: Rp 1000/orang
Rombongan mhsw: Rp 750/orang
Anak-anak pelajar: Rp 650/orang
Rombongan anak-anak: Rp 500/orang

Iklan

Responses

  1. saya mau tanya tetang acara lomba cerdas-cermat, kalau mau ikut harus daftar kemana ya..? berapa peserta yang harus ikut..? materi prlombaan tentang apa saja…?

    sebelumnya terima kasih…

    • ke museum bersangkutan

  2. Trimakasih karna saya saya mendapatkan banxak ilmu tentang pejuang pahalawan yg gugu di medan perang, setelah saya mengikuti seminar kemarin saya bangga dan senang dan mengikut serta mendukung para generasi jangan sampai, budaya n landasan negara kita di hilangkan karna perubahan di dunia informasi

    • Ini juga tergantung sikap generasi muda, maka hargailah perjuangan pendahulu2 kita, rawatlah koleksi museum, galilah ilmu dari sana


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori