Oleh: museumku | 16 Mei 2018

Pada Abad ke-14 Kapal Pinisi Berlayar ke Tiongkok Meminang Puteri We Cudai

Bahari-02Salah satu foto kapal pinisi yang dipamerkan (Foto-foto: Djulianto Susantio)

Banyak orang pastinya sudah mengenal kapal layar tradisional yang disebut pinisi atau phinisi. Kapal pinisi sering berlayar ke berbagai belahan dunia menembus samudera luas. Tempat pembuatan pinisi yang paling dikenal terdapat di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Suku Bugis dan Suku Makassar terkenal sebagai pembuat pinisi. Kapal itu umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar. Ada filosofi di balik itu. Dua tiang layar utama menunjukkan dua kalimat syahadat dan tujuh buah layar merupakan jumlah dari surah Al-Fatihah.

Bahari-04
Plt. Kepala UP Museum Kebaharian, Sri Kusumawati, memberikan sambutan

Menurut Plt. Kepala UP Museum Kebaharian Sri Kusumawati, pinisi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dalam sidang UNESCO di Korea Selatan pada 7 Desember 2017. Dengan demikian Indonesia telah memiliki sejumlah elemen budaya yang diakui dunia, antara lain wayang, keris, batik, angklung, tari saman, noken, dan tari Bali.

Agar masyarakat mengetahui lebih jauh tentang pinisi, Denny Yuriandi dan Dede Priana, memamerkan 30 foto bertajuk “Pameran Foto Kapal Pinisi dan Kisah Panjang Dibalik Pembuatannya” di Museum Bahari. Pembukaan pameran dilakukan pada Selasa, 15 Mei 2018 oleh Ketua Paramita Jaya, Yiyok T. Herlambang. Paramita Jaya adalah perhimpunan antarmuseum di DKI Jakarta.

Bahari-01

Miniatur kapal pinisi koleksi Museum Bahari


Hari Museum Internasional

Menurut Sri Kusumawati, pameran foto ini merupakan rangkaian kegiatan di museum-museum di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyambut Hari Museum Internasional setiap 18 Mei. Pameran berlangsung cukup lama hingga 25 Juli 2018. Museum buka Selasa hingga Minggu.

Usai acara pembukaan, para undangan diajak menuju ruang pameran temporer. Ruang ini berada di bagian depan. Beberapa bulan lalu memang terjadi kebakaran pada Museum Bahari. Namun yang terbakar sebagian Gedung A. Jadi gedung-gedung lain masih utuh, termasuk ruang pameran temporer itu.

Bahari-05

Pameran foto

Sebelum melihat foto-foto itu, Pak Dede menceritakan sejarah kapal pinisi. Diperkirakan kapal pinisi digunakan sekitar abad ke-14 sebagaimana dikemukakan naskah kuno I Lagaligo. Pembuatnya bernama Sawerigading, putera mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar ke Tiongkok meminang Puteri We Cudai.

Bukan hanya foto, dalam pameran ditampilkan juga miniatur kapal pinisi koleksi Museum Bahari. Ada lagi sisa-sisa kayu bahan pembuatan pinisi. Semula kapal pinisi menggunakan kayu biti karena sangat kuat. Namun semakin lama kayu itu semakin langka. Kemudian digunakan kayu besi.

Bahari-03

Kayu dan contoh peralatan kapal pinisi

Banyak pengetahuan bisa diperoleh lewat pameran foto pinisi. Jika sedang ke daerah Pasar Ikan, jangan lupa mampir ke Museum Bahari. Alamat museum Jalan Pasar Ikan No. 1, Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Di sini pengunjung bisa melihat pinisi lewat foto dan miniatur koleksi. Sekali lagi, pameran berlangsung 15 Mei-25 Juli 2018, pukul 09.00-15.00. Tiket masuk museum cukup murah, yakni Rp5.000.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: