Oleh: museumku | 26 Mei 2014

Museum Nasional dan Museum Tekstil Menerima Hibah Koleksi

Hibah-02Tamalia Alisjahbana memperlihatkan tujuh koleksi benda cagar budaya yang dihibahkan ke Museum Nasional

Koleksi Museum Nasional kini bertambah tujuh buah. Benda cagar budaya tersebut merupakan hibah dari Yayasan Gedung Arsip Nasional RI, antara lain sebilah pedang beserta sarungnya yang bermotif megamendung dan kepala burung. Di bagian pamornya terdapat tulisan kuno. Senjata itu terbuat dari perak.

Koleksi lain adalah tombak pendek dan panjang dengan sedikit hiasan emas, pedang dengan pamor berhias dan pegangan dari perak, busur panah antik, gelang Tengger, dan wadah berhiaskan zodiak yang diperkirakan berasal dari abad ke-10.

Pihak Yayasan juga menghibahkan 96 koleksi tekstil kepada Museum Tekstil. Koleksi-koleksi itu berupa batik, kain tapis, ikat dan songket Sumatera, kain ikat Kalimantan, dan kain ikat Timor. Ditaksir keseluruhan koleksi hibah bernilai Rp500 juta.

Penyerahan hibah berlangsung bertepatan acara puncak Gebyar Festival Hari Museum Internasional, sekaligus peringatan 236 Tahun Museum Nasional Indonesia, Sabtu (24/5/2014) malam oleh Tamalia Alisjahbana kepada Kepala Museum Tekstil, Imron dan Kepala Museum Nasional, Intan Mardiana. Sebagai saksi adalah Halida Hatta, pengurus Yayasan Gedung Arsip Nasional RI dan Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan.

Menurut Wiendu Nuryanti, penyerahan koleksi dari Yayasan Gedung Arsip Nasional RI ke Museum Tekstil dan Museum Nasional merupakan bentuk kemitraan pemerintah dan swasta. “Kemitraan ini sangat penting. Masalahnya museum yang dikelola pemerintah selalu terbentur anggaran dan pertanggungjawabannya yang tidak mudah,” kata Wiendu.

Museum Nasional juga menerima hibah 100 patung Asmat dari Ani Sekarningsih dan 50 piring kuno dari Ir. Soedarsono Soekardi. Menurut Intan Mardiana, Museum Nasional menerima koleksi dari masyarakat setelah mengalami pengembangan ruangan, yakni gedung A, B, dan C dengan luas mencapai 56.000 meter persegi, belum termasuk storage museum di Taman Mini.


Sejarah Yayasan

Pada 1995 Gedung Arsip dalam kondisi cukup buruk. Untuk itu sekelompok orang Indonesia dan Belanda yang idealis mengumpulkan dana sekitar tiga juta dollar untuk menyelamatkan dan memugar gedung tersebut. Pemugaran selesai pada 1998. Segera setelah itu didirikan Yayasan Gedung Arsip Nasional RI, yang bertugas mengelola dan merawat gedung tersebut.

Gedung Arsip antara lain dikelola sebagai museum. Berbagai pameran bersejarah sering dilakukan di sini. Sejumlah penghargaan pernah diterima Yayasan, antara lain UNESCO Cultural Heritage dan PATA Tourism Award. Rencananya pada 2015 mendatang, Gedung Arsip akan diserahkan kepada Arsip Nasional.

“Keberhasilan ini merupakan contoh kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta. Saya harapkan dapat menjadi inspirasi bagi kemitraan pemerintah-swasta yang lain di kemudian hari,” kata Tamalia seusai menyerahkan hibah.

Tamalia mengharapkan koleksi-koleksi tersebut akan diinventarisasi dengan baik. Ia juga mengusulkan pembentukan Badan Pemeriksa Koleksi-koleksi Negara (BPKN). Badan ini bertugas memeriksa koleksi di museum, koleksi-koleksi Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional, dan juga koleksi-koleksi perpustakaan di berbagai PTN.


Galeri Foto

Hibah-03

Hibah-01

Hibah-04


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: