Oleh: museumku | 7 April 2011

Koleksi Museum Tak Terlacak

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Anggota Masyarakat Advokasi Warisan Budaya serta sejumlah mahasiswa pencinta museum dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada menggelar aksi di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (6/4). Mereka mengenakan penutup wajah bergambar topeng emas koleksi Museum Sonobudoyo yang hilang dicuri. Aksi tersebut untuk meminta pemerintah agar lebih peduli dan serius dalam mengungkap kasus pencurian koleksi museum.

Kompas, Kamis, 7 April 2011 – Hingga kini, pelacakan hilangnya puluhan koleksi Museum Sonobudoyo yang bernilai sejarah tinggi belum jelas. Tim evaluasi yang rencananya akan dibentuk Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga belum diwujudkan.

”Kami telah berkomunikasi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X dan Dinas Kebudayaan DIY. Sultan kemudian merekomendasikan pembentukan tim evaluasi kasus hilangnya koleksi Museum Sonobudoyo. Namun, sampai sekarang surat keputusan tentang pembentukan tim itu belum ada,” kata Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya Joe Marbun di sela-sela aksi teatrikal keprihatinan hilangnya koleksi Museum Sonobudoyo di Yogyakarta, Rabu (6/4).

Menurut Marbun, buruknya standar pengamanan museum turut menyebabkan terjadinya kasus yang menggegerkan jagad kepurbakalaan itu. Hilangnya benda-benda warisan budaya koleksi Museum Sonobudoyo dinilai bukan sekadar kasus pencurian biasa.

”Muncul kejanggalan-kejanggalan di lapangan, seperti matinya kamera CCTV dan alarm yang terjadi lama sebelum kasus itu muncul. Padahal, perangkat-perangkat itu adalah syarat utama pengamanan museum,” kata dia.

Hilangnya 87 koleksi emas, yang diduga berumur ratusan tahun itu terjadi sejak pertengahan Agustus 2010 lalu. Namun, hingga kini perkembangan penelusuran kasus tersebut belum juga menunjukkan titik terang.

Masyarakat Advokasi Warisan Budaya serta pemerhati benda cagar budaya sangat menyesalkan lambannya penanganan kasus ini. Kekesalan dilampiaskan dalam bentuk aksi teatrikal yang digelar mulai dari depan Gedung Agung hingga ke depan Museum Sonobudoyo.

Dalam aksinya, para aktivis Masyarakat Advokasi Warisan Budaya membagikan selebaran gambar topeng-topeng koleksi Sonobudoyo. Mereka juga berorasi mengkritik lambatnya penanganan kasus pencurian itu.


Belum jelas

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Djoko Dwiyanto mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan polisi terkait hasil akhir penelusuran barang-barang koleksi museum yang hilang. Pemerintah Provinsi DIY hanya bisa mengantisipasi kejadian serupa dengan melengkapi sistem pengamanan museum.

Saat ini di Museum Sonobudoyo sudah dilengkapi sistem pengamanan baru berupa kamera pemantau (CCTV) dan alarm baru otomatis. Seluruh peralatan tersebut baru dan mampu menjangkau seluruh areal museum yang berada di utara Alun-alun Utara.

”Kami juga memperkuat pengamanan dengan menambah enam personel petugas keamanan. Semua pegawai museum juga kami minta piket secara bergilir selama 24 jam penuh,” ujarnya. Saat hilang, museum tidak punya penjaga yang khusus berjagajaga.

Belajar dari kasus itu, Masyarakat Advokasi Warisan Budaya meminta pemerintah memberi sanksi administrasi kepada penanggung jawab Museum Sonobudoyo. Sanksi diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik karena pembiayaan museum menggunakan dana masyarakat. (ABK)

Iklan

Responses

  1. turut berduka ..semoga orang yang mencuri sadar dan dapat mengembalikan barang tsb .amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori