Oleh: museumku | 19 Oktober 2013

Museum Katedral

Pendirian museum diprakarsai oleh pastor Katedral pada masa itu, Rudolf Kurris, SJ. Hal ini berawal dari rasa cinta Pater Kurris terhadap sejarah dan benda-benda bersejarah. Menurutnya, benda-benda bersejarah itu dapat membangkitkan rasa kagum manusia terhadap masa lampau dan keinginannya menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi. Kepeduliannya terhadap benda bersejarah berlanjut dengan obsesinya untuk mendirikan museum yang akhirnya berujung sukses. Hal itu tentu tidak lepas dri kegigihan Pater Kurris untuk mengumpulkan benda-benda kepunyaan gereja.

Seiring selesainya pemugaran Katedral pada 1988, Museum Katedral mendapat tempat di bagian balkon gereja. Sebelumnya tempat ini digunakan untuk tempat paduan suara. Mengingat kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, maka tempat ini dipergunakan untuk menyimpan dan memamerkan benda-benda bersejarah. Kemudian pada 28 April 1991, Museum Katedral diresmikan oleh Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja SJ yang kala itu menjabat sebagai Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia.

Museum Katedral memiliki luas area sekitar 400 m2. Pada sudut pintu masuk terdapat lukisan Gereja yang terbuat dari pelepah daun pisang karya Kusni Kasdut, yang ia buat saat mendekam di penjara. Kusni Kasdut sendiri adalah seorang terpidana mati. Menjelang eksekusinya, ia bertobat dan dibabtis di penjara Cipinang pada 19 Desember 1968.

Secara keseluruhan, ruangan dalam museum ini dibagi berdasarkan jenis barang yang dikoleksi.

Pertama, ruang liturgi
Ruangan ini terletak di menara benteng berisi alat liturgi seperti Monstrans bercorak gotik dan barok, Kasula, Tongkat Paus Paulus VI saat kunjungannya ke Indonesia 3-4 Desember 1970, Tongkat Gembala Mgr. Claessens, piala, relikwi para misionaris, dll. Pada Monstrans Gotik terdapat enam gambar santo dan santa di kakinya, serta relief Kecil Malaikat dan Orang Kudus.

Kedua, ruang misionaris dan musik
Ruangan ini terletak di menara gading berisi organ dan beberapa partitur lagu. Selain itu, terdapat patung suster Emmanuella, OSU, salah satu dari tujuh suster Ordo Ursulin yang diutus untuk mendidik anak-anak di sekolah Batavia pada 7 Februari 1856. Sr. Emmanuella wafat empat hari setelah tiba di Batavia. Di samping patung Suster ini, terdapat perahu Belo bersama Pater Bonneke SJ yang berusaha menyelamatkan diri dari kejaran Belanda, karena berhasil menjalankan misinya di Flores. Pater Bonneke akhirnya tenggelam bersama perahunya di selat Lewotobi, Flores, pada 30 Juni 1889.

Ketiga, ruang buku
Ruangan ini berisi buku pemberkatan perkawinan 1886, buku baptis 1811, buku-buku Misa berbahasa Latin, buku lagu Gregorian untuk koor.

Keempat, ruang pameran khusus, yang biasanya berisi foto-foto saat open house
Ruang pameran khusus ini adalah penghubung antara ruang liturgi dengan ruang misionaris dan musik. Selain itu juga ada ruang berisi satu set kursi dan meja yang terbuat dari marmer buatan Belanda dan diberikan untuk pastoran Katedral. Ada pula lemari yang berisi Patung Bunda Maria Berkonde karya Pastor Reksaatmadja SJ. Patung ini ingin menghadirkan sosok Bunda Maria dalam wujud patung berpakaian tradisional Jawa. Di lemari yang sama terdapat beberapa peralatan lain, seperti kotak pengumpulan dana pembangunan gereja.

Koleksi:

  • Foto bersejarah Batavia tempo dulu yang dua peta besar yang mengisahkan proses pembangunan gereja Katolik di Indonesia dan Jakarta.
  • Patung Bunda Maria berkonde yang dibuat pada 1930.
  • Teks doa berbingkai: dua versi buku misa berbahasa Latin yang dipakai pada masa pra-Vatikan II.
  • Mitra dan tongkat gembala Paus Paulus VI.
  • Piala dan kasula Paus Yohanes Paulus II.
  • Replika Pastoran
  • Perangko
  • Lukisan dari batang pohon pisang karya Kusni Kasdut.
  • Replika perahu Pastor P. Bonneke SJ
  • Relikwi santo dan santa


Alamat:

Jalan Katedral 7, Jakarta
Telepon: (021) 34567746, 3519186
Surel: museumkatedral@gmail.com
Laman: http://www.katedraljakarta.com


Waktu Kunjung:

Senin, Rabu, Jumat
Pukul 10.00 – 12.00 wib


Galeri Foto:

Mus-katedral-01

Koleksi-katedral-02

(Kelompok Pencinta Museum Indonesia/KPMI)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: