Oleh: museumku | 15 Maret 2015

Museum Berkeliling Daerah

Bangkit-01Museum Kebangkitan Nasional, dikenal juga dengan nama Gedung STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, yang menyajikan sejarah dan tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, berkeliling menyambangi beberapa kota di Indonesia dengan konsep museum keliling. Museum keliling bertujuan untuk memperkenalkan sejarah Indonesia, sekaligus mengajak warga untuk mencintai museum.

Kepala Subbagian Tata Usaha Museum Kebangkitan Nasional Zulkarnaen, Jumat (13/3), di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengatakan, pada 2015, Museum Kebangkitan Nasional berkeliling ke Palu, Ambon, dan Makassar.

Kota Semarang menjadi tujuan pertama dalam program tersebut. Museum keliling di Semarang berlangsung di Museum Ronggowarsito sejak Senin (9/3) hingga Jumat (13/3).

“Kami ingin memasyarakatkan museum, terutama yang menyajikan sejarah. Harapannya, masyarakat semakin mencintai sejarah dan mengenal lebih banyak tokoh-tokoh hebat dalam sejarah pergerakan bangsa Indonesia,” ujar Zulkarnaen.

Selain membuka museum keliling yang menampilkan biografi tokoh-tokoh kebangkitan nasional, seperti Budi Utomo, tim museum juga mengadakan kajian tentang Raden Ajeng Kartini, di tempat lahirnya di Jepara, Jawa Tengfah.

Sisi lain Kartini yang selama ini belum banyak diungkap, seperti cara Kartini memberdayakan perempuan di sektor ekonomi kreatif, akan dipelajari dan hasilnya dituangkan dalam seminar di Jakarta.


Didominasi pelajar

Selama penyelenggaraan museum keliling, Zulkarnaen menyatakan, sudah 6.500 pengunjung yang datang. Sebagian besar pengunjung museum keliling tersebut adalah murid sekolah mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Pihak museum bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mendorong sekolah-sekolah semakin rutin berkunjung ke museum.

Apalagi selama ini pengunjung museum, terutama museum sejarah, didominasi siswa sekolah, mahasiswa, atau orang yang melakukan penelitian. “Justru masih sangat sedikit pengunjung dari masyarakat umum atau keluarga. Kendati demikian, setidaknya, kecintaan pada museum harus mulai ditanamkan sejak dini,” tutur Zulkarnaen.

Museum Kebangkitan Nasional bersama museum sejarah lain, yaitu Museum Sumpah Pemuda, Museum Naskah Proklamasi, Museum Basuki Abdullah, dan Museum Benteng di Yogyakarta, segera menyelenggarakan pameran pada 2015. Pameran bersama beberapa museum di Indonesia ini di antaranya akan diselenggarakan di Aceh dan Makassar pada Agustus mendatang.

Seorang ibu rumah tangga, Ratmi (42), yang tinggal dekat Museum Ronggowarsito, mampir berkunjung setelah pulang kantor. Ia mengaku mendengar ada museum keliling dari radio. Oleh karena itu, ia berusaha menyempatkan diri untuk berkunjung pada hari terakhir.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus karena selama ini kami tak bisa melihat hal-hal baru seperti ini. Saya sangat suka alat-alat kedokteran yang dipajang, termasuk gambar tokoh-tokoh sejarah Indonesia karena sangat menginspirasi,” tuturnya. (UTI)

(Sumber: Kompas, Sabtu, 14 Maret 2015)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: