Oleh: museumku | 3 Agustus 2010

Belajar Kesultanan Kutai di Museum Mulawarman

Museum Mulawarman — MI/SAFIR MAKKI

Mediaindonesia.com, Selasa, 13 Juli 2010 – TENGGARONG yang terletak di Kalimantan Timur menjadi tempat berdirinya museum yang menyimpan jejak-jejak Kesultanan Kutai. Museum yang bernama Mulawarman ini awalnya merupakan sebuah istana tempat tinggal para sultan. Dengan mengunjungi museum ini, khazanah budaya Anda akan semakin kaya.

Sejarah perjalanan museum ini berawal pada 1960. kala itu, setelah pemerintahan Kesultanan Kutai berakhir, 2.270 meter persegi istananya kemudian diduduki oleh Sultan AM Parikesit sampai 1971. Istana ini kemudian diserahkan kepada pemerintah sementara Kalimantan Timur pada tanggal 25 November 1971.

Pada tanggal 18 Februari 1976, pemerintah provinsi kemudian menyerahkan istana ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk dikelola sebagai sebuah museum negara hingga saat ini.

Bila berkunjung ke Museum Mulawarman, Anda akan melihat bangunan yang terawat dengan baik. Ini memberikan kemudahan pada Anda saat melihat sejarah kesultanan dan benda-benda bersejarah di dalamnya.

Dari luar, museum ini tampak kuat dan didominasi oleh warna putih. Persis di depan museum, Anda juga akan melihat patung lembu. Usut punya usut, binatang unik ini adalah Lembu Suana, lambang Kerajaan Kutai Kartanegara.

Lembu ini, kini menjadi maskot dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Jadi, tidak heran bila banyak patung lembu ini menghiasi beberapa gedung, termasuk sebuah supermarket di Samarinda.

Beranjak ke dalam museum, Anda akan melihat berbagai koleksi Kesultanan Kutai seperti tahta kerajaan, patung, perhiasan, atribut perang, tempat tidur, gamelan, keramik kuno dari China dan lain-lain.

Selain itu, museum ini juga menyimpan koleksi foto-foto lawas dan lukisan mozaik zaman Belanda. Tersimpan juga Prasasti Yupa dengan tulisan Pallawa, berbahasa Sanskerta, peninggalkan Kerajaan Kutai Martadipura abad IV Masehi, masa pemerintahan Raja Mulawarman.

Anda juga bisa melihat Jirat atau batu nisan sultan dan sebagian besar keluarganya yang terbuat dari kayu besi dengan balutan huruf Arab.

Di luar museum, tepatnya di sebelah timur, terdapat bangunan makam raja-raja Kesultanan Kutai. Beberapa sultan yang dimakamkan antara lain Sultan Muslihuddin, Sultan Salehuddin, Sultan Sulaiman dan Sultan Parikesit. Hanya Sultan Alimuddin yang dimakamkan di tanahnya sendiri di Gandek Mountain, Tenggarong.

Persis di belakang museum, berjejer pula kios-kios yang menjajakan suvenir atau cendera mata khas Kalimantan, semacam mandau, lampit, batu, dan cincin, serta aksesoris lainnya.

Tujuan wisata ini terletak di Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kutai Kartanegara kabupaten Kalimantan Timur. Untuk mencapai Tenggarong lebih mudah dan lebih dekat dari Samarinda.

Dari bandara Sepinggan di Balikpapan, Anda bisa menggunakan pesawat lokal ke Samarinda. Atau, naik taksi dengan membayar Rp250 ribu-Rp300 ribu.

Butuh sekitar 60 menit untuk mencapai Museum Mulawarman dari Samarinda. Karena terletak di pusat kota Tenggarong, Anda tidak akan kesulitan untuk menemukan museum ini. Transportasi umum dari Samarinda ke Tenggarong juga tersedia.(*/X-12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori