Oleh: museumku | 27 Desember 2014

Museum Kars Indonesia

Karssss-01Bangunan Museum Kars Indonesia

Pada 6 Desember 2004 di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Kawasan Kars Gunung Sewu dan Gombong Selatan sebagai Kawasan Eco Karst. Selanjutnya terjalin kerja sama antara Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membangun Museum Kars Indonesia. Pada 30 Juni 2009 Museum Kars Indonesia diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Museum Kars Indonesia dinilai sebagai museum terbesar dan terunik di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri terdapat setidaknya tiga museum kars, tapi hanya Museum Kars Indonesia ini yang menggambarkan keseluruhan kondisi di Indonesia. Kars (karst) merupakan istilah dari bahasa Yugoslavia yang merujuk pada wilayah yang terdiri atas batuan yang mudah larut, seperti batu gamping.

Konsep pembangunan Museum Kars Indonesia merupakan perpaduan antara bangunan fisik dan lingkungan alam di sekitarnya. Kawasan Museum Kars Indonesia memiliki luas 24,60 hektar, yang membentuk lembah di antara bukit-bukit kars. Kawasan itu dikelilingi beberapa situs gua dan luweng untuk wisata umum (Gua Tembus, Gua Gilap, Gua Potro-Bunder, Gua Mrica, dan Gua Sonya Ruri) dan untuk wisata petualangan (Gua Sodong dan Gua Luweng Sapen).


Koleksi

Desain bangunan utama museum terbagi atas lobi, dua lantai ruang peraga, dan satu lantai ruang serba guna. Ruang serba guna ini bisa difungsikan sebagai ruang pemutaran film/teater atau ruang auditorium.

Ruang peraga lantai pertama bertema “Kars untuk Ilmu Pengetahuan” menampilkan panel poster dan sejumlah koleksi. Panel-panel itu menjelaskan tentang sebaran dan bentuk kars di dunia, proses terjadinya batu gamping, proses terjadinya topografi kars, mineral pembentuk batu gamping (kalsit dan dolomit), serta tipe dan sebaran kars di Indonesia.

Ruang peraga lantai dasar bertema “Kars untuk Kehidupan”, juga menampilkan panel poster dan sejumlah koleksi. Materinya tentang konservasi dan pengelolaan kawasan kars, aneka ragam nilai kawasan kars, kondisi sosial budaya masa lalu dan masa kini, keragaman flora dan fauna di kawasan kars, serta air dan tanah di kawasan kars.

Di ruangan ini juga terdapat maket yang menggambarkan tipe-tipe utama kars yang ada di Indonesia, pembentukan kars, dan replika gua kars. Salah satu koleksi museum ini adalah replika manusia kerdil, merupakan hasil rekonstruksi dari fosil tengkorak dan kerangka Homo floresiensis yang ditemukan di Gua Liang Bua, NTT. Beberapa panel informasi dilengkapi lampu dan televisi, yang akan menyala bila pengunjung menekan tombol.


Alamat

Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
Telp. (0273)-5328646 dan 082135882334
Surel: museumkarsindo@yahoo.com
Laman: http://www.museumkarsindonesia.com


Waktu Kunjungan

Sabtu—Kamis: pukul 08.30—15.30 WIB
Jumat: tutup
Hari libur nasional tetap buka, kecuali Jumat


Karcis Masuk

Gratis


Peta Lokasi

Denah


Galeri Foto

Karssss-02

Karssss-03


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: