Oleh: museumku | 23 Juli 2013

Museum Tiongkok Dipermalukan dengan Koleksi Palsu

erabaru.net, Senin, 22 Juli 2013 – Sebuah museum di Provinsi Hebei, China menghadapi ejekan luas di Internet untuk koleksi yang besar dari “peninggalan kuno” yang ternyata hanyalah imitasi canggung.

Penulis Populer Ma Boyong memposting lebih dari seratus foto yang menampilkan koleksi museum di blog-nya dan termasuk komentarnya tentang bagaimana palsu potongan-potongannya.

Ma menunjukkan karakter kartun modern yang digambarkan pada vas yang diklaim doibuat pada masa Dinasti Qing, South China Morning Post melaporkan. Dia berkomentar tentang barang pecah belah dengan adegan-adegan dari novel terkenal dengan karakter yang tidak ada di novel, dan sepotong karakter Mandarin yang menunjukkan adegan-adegan dari novel yang belum ditulis ketika potongan dibuat.

Ma Boyong mengatakan pemalsuan itu “melampaui keyakinan,” menurut. The Post.

Empat lantai museum dibuka pada tahun 2010 dan menampilkan ribuan karya seni yang dibuat dengan teknik modern tapi yang dipromosikan sebagai harta peninggalan dari dinasti Tang, Han, dan dinasti lainnya.

Ma menulis dalam blog-nya bahwa dia tidak habis pikir. Dengan bangunan memiliki keamanan yang sangat baik untuk sebuah museum yang mengaku rumah peninggalan purbakala bernilai jutaan yuan, Post melaporkan.

palsuPatung dipajang di Museum Ji Bao Zhai di Provinsi Hebei Tiongkok. Pemalsuan seni kuno yang tersimpan di museum terungkap dalam sebuah blog penulis Ma Boyong. (Weibo.com)

Ma mengedit nama museum di blog-nya, tapi netizen menyadari bahwa itu yang dimalsud museum di Ji Bao Zhai di kota Hengshui, Propinsi Hebei. Kisah pemalsuan “harta” tersebut tersebar di seluruh internet.

Kurator museum, Wang Zongquan, mengaku telah mengumpulkan pecahan-pecahan dari seluruh Tiongkok tanpa menghabiskan banyak uang untuk mendapatkannya, Post melaporkan, mengutip media lokal. Ketika ditanya tentang keaslian relik, dia dilaporkan mengatakan, “Semuanya palsu jika ahli belum melihatnya sebelumnya?”

“Saya tidak akan mampu membayar [relik ini] jika saya tawarkan ke mereka lewat lelang,” tambah Wang. (EpochTimes/sud)

Ditulis oleh Sally Appert


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori