Nila-01Bangunan Museum Sandi

Di banyak negara museum bertema persandian atau kriptogtafi hanya berjumlah sedikit. Salah satunya berada di Jalan Faridan M. Noto No. 21 Kawasan Kota Baru, Yogyakarta. Tepat di Hari Museum Indonesia 12 Oktober lalu, saya mengunjungi Museum Sandi. Museum tersebut menempati sebuah gedung dua lantai bergaya kolonial yang terlihat masih asli dan terawat. Di halaman depan, ada papan keterangan status gedung ini sebagai bangunan cagar budaya. Sebelum menjadi lokasi Museum Sandi, gedung ini pernah digunakan oleh Badan Perpustakaan Daerah.

Baca Lanjutannya…

Iklan

Upacara-01Upacara Hari Kebangkitan Nasional di halaman Museum Kebangkitan Nasional (Foto: Djulianto Susantio)

Seperti biasanya, setiap tahun Museum Kebangkitan Nasional menyelenggarakan upacara Hari Kebangkitan Nasional. Upacara tersebut dilaksanakan pada 20 Mei. Setiap 20 Mei dirayakan sebagai Hari Kebangkitan Nasional berdasarkan pada berdirinya organisasi pergerakan nasional pertama, Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Baca Lanjutannya…

Kretek-02Museum Kretek di Kudus (Foto: Djulianto Susantio)

Indonesia merupakan negeri dengan “seribu satu” macam budaya. Masing-masing memiliki ciri khas dan berbeda dengan lainnya.  Keberagaman budaya ini tidak diimbangi dengan kesadaran dalam diri masyarakatnya. Utamanya tentang arti penting sebuah budaya sebagai jati diri masyarakat yang dapat membuat mereka menjadi berbeda satu dengan yang lain. Derasnya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia, turut membawa budaya-budaya asing. Hal ini tentu saja  semakin mempermudah proses melupakan jati diri lokal dalam diri masyarakat Indonesia, utamanya para generasi muda.

Baca Lanjutannya…

sosialisasi-1Pemateri makalah dalam sosialisasi PP no 66/2015 tentang museum, dari kiri Arief Djoko Budiono (moderator), M. Amperawan Marpaung, dan Priyoyulianto Hutomo.

Standar minimal pendirian museum adalah punya tempat, koleksi, SDM, dan dana. Ini untuk museum-museum yang dikelola pemerintah. Untuk museum-museum swasta dan pribadi, disyaratkan harus punya badan hukum. Demikian dikatakan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dr. Harry Widianto dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum di Jakarta, 21 Februari 2017.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 29 Desember 2016

Lowongan Kerja di Museum Kebangkitan Nasional

muskitnas-01Lowongan kerja di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, untuk posisi Kurator (non-PNS)

Dengan syarat:
1. Diutamakan laki-laki
2. Pendidikan terakhir S1 Sejarah (non kependidikan)
3. Bisa melakukan kajian, penelitian dan menulis.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 24 November 2016

Buku Baru: Di Balik Pilar-pilar Museum

pilar-museum-1Judul: Di Balik Pilar-pilar Museum
Penulis: Kresno Yulianto
Penerbit: Wedatama Widya Sastra
Tahun terbit: 2016
Tebal: 307 halaman

Di saat langkanya buku museum, di pertengahan 2016 lalu hadir sebuah buku berjudul Di Balik Pilar-pilar Museum. Buku ini ditulis oleh Kresno Yulianto, pengajar Museologi di Departemen Arkeologi FIB UI dan diterbitkan oleh Wedatama Widya Sastra. Sejak lama Kresno Yulianto aktif di organisasi permuseuman. Saat ini ia menjawab Wakil Ketua AMIDA (Asosiasi Museum Indonesia Daerah) DKI Jakarta, Paramita Jaya (Perhimpunan Antarmuseum se-Jakarta Raya).

Baca Lanjutannya…

dani-05Konservasi arca batu dengan penyemprotan air bersih

Istilah cagar budaya (CB) pastinya masih terasa asing di telinga orang awam. Boleh dibilang hanya orang-orang yang menekuni dunia kepurbakalaan yang memahami istilah ini. CB meliputi benda, bangunan, situs, struktur, dan kawasan. Koleksi museum, sebagaimana museum yang lazim dikenal,  umumnya berupa benda cagar budaya (BCB). BCB bisa disamakan dengan ’barang antik’ atau ’benda kuno’.

Baca Lanjutannya…

dani-02Para konservator sedang merawat koleksi di depan vitrin

Banyak orang hampir selalu mengagumi koleksi museum, baik dalam ruang pameran tetap maupun dalam ruang pameran temporer. Ada yang menyebutnya luar biasa karena berkilau. Ada yang menyebutnya bagus sekali karena bersih. Entah, sebutan-sebutan apa lagi yang menandakan kekaguman mereka.

Baca Lanjutannya…

heru-01Heru Budi Kusuma, staf pengajar Universitas Tarumanagara sedang memberi ceramah tentang tata pameran museum 

Bagaimana jadinya jika untuk melihat sebuah koleksi saja pengunjung museum harus berdiri, lalu membungkuk, selanjutnya jongkok. Kalau hal tersebut dilakukan berulang-ulang tentu ada rasa ketidaknyamanan pengunjung. Bukan tidak mungkin akan terjadi cedera.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 16 November 2016

Peran Museum dalam Pelestarian Wastra Nusantara

harry-01Motif batik pada arca Harihara koleksi Museum Nasional

Senin, 14 November 2016 Museum Nasional bekerja sama dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menyelenggarakan  seminar bertajuk “Lestari Wastraku, Lestari Negeriku”. Pameran ini berlangsung setelah pembukaan pameran kain tradisional Indonesia bertema “Seribu Nuansa, Satu Indonesia”. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dr. Harry Widianto tampil sebagai pembicara kunci. Beliau membawakan paparan berjudul “Peran Museum dalam Pelestarian Wastra Nusantara”. Berikut ini intisari paparan beliau:

Baca Lanjutannya…

wastra-01Suasana di ruang pameran kain tradisional Nusantara

Pasti kita semua mengetahui bahwa Nusantara sangat kaya dengan karya budaya tradisional yang beraneka ragam. Banyak daerah juga mempunyai karya seni yang dihasilkan secara turun-temurun, salah satunya berupa kain tradisional. Beberapa jenis kain dibuat dengan proses yang sangat rumit dan memakan waktu berbulan-bulan. Proses pembuatan kain semacam ini, sebagian sudah punah. Untuk itulah kita perlu melestarikannya, antara lain dengan penyelenggaraan pameran semacam ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 15 November 2016

Pameran dan Seminar Wastra di Museum Nasional

wastra-01Suasana pameran kain tradisional Nusantara di Museum Nasional 

Museum Nasional kembali menyelenggarakan pameran kain tradisional Nusantara. Kali ini tema yang diambil “Seribu Nuansa Satu Indonesia”. Pameran dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, pada 14 November 2016 dan akan berlangsung hingga 20 November 2016.

Baca Lanjutannya…

lukisan-01Lukisan-lukisan bersejarah di Museum Seni Rupa dan Keramik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara resmi membuka pameran lukisan bertajuk “Jati Diri: Periskop Sejarah Seni Rupa Indonesia” di Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia. Pameran tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia 12 Oktober 2016.

Baca Lanjutannya…

wayang-01Peluncuran buku sekaligus pembahasan buku Ruwatan Murwakala Surakarta karya Dr. Lies Mariani Mardjono

Ruwatan merupakan sebuah proses upaya ‘pembersihan’ atau ‘pensucian’, khususnya bagi keluarga yang mempunyai anak-anak yang termasuk golongan sukerta. Upacara ruwatan bersifat sakral dan sampai sekarang masih diselenggarakan oleh sebagian masyarakat Jawa. Pelaksanaan ruwatan dipimpin oleh seorang dalang ruwat, karena dalang ruwat dipercaya sebagai wakil dari kedua orang tua.

Baca Lanjutannya…

Oleh: museumku | 19 Oktober 2016

Catatan Tercecer dari Dialog Batik 4 Oktober

batik-01Acara Dialog Batik di Museum Nasional, 4 Oktober 2016

Pada 2 Oktober 2009 UNESCO memasukkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.  Selanjutnya setiap 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional sebagaimana tercantum dalam Keppres Nomor 33 Tahun 2009.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori