Oleh: museumku | 8 Juni 2014

Alkitab Terbesar di Dunia Koleksi Museum Alkitab

TerbesarAlkitab berukuran besar di Museum Alkitab

Sesuai namanya, tentu saja maskot di Museum Alkitab adalah alkitab. Yang ini jelas bukan alkitab biasa. Koleksi Museum Alkitab yang satu itu tergolong paling istimewa karena berukuran terbesar di dunia, yakni 208 cm x 147 cm dalam keadaan terbuka. Pada 2010 lalu Museum Rekor Indonesia (MURI) pernah mencatatnya. Kini Alkitab raksasa itu diletakkan di lobi Gedung Pusat Alkitab.

Alkitab tersebut dicetak dalam ukuran besar karena merupakan best seller Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan memperoleh sambutan hangat dari masyarakat pengguna Alkitab. Dalam waktu kurang dari enam bulan sejak diterbitkan, Alkitab tersebut terjual 10.000 eksemplar.

Yang juga unik di museum ini adalah tulisan super mini doa Bapa Kami dalam enam bahasa. Doa tersebut ditulis sangat kecil pada kertas berukuran 3 ½ mm x 3 ½ mm x 2 mm. Menurut Kepala Museum Alkitab saat itu, Ratna Yuli Wulandari, koleksi tersebut diperoleh dari Museum Gutenberg beberapa tahun lalu.


Rembrandt

Rembrandt bukan hanya jago melukis. Ia pun gemar menggambar kejadian yang dihubungkan dengan Alkitab. Rembrandt Bijbel, demikian koleksi berukuran 23 cm x 14,5 cm tersebut, juga bisa disaksikan di Museum Alkitab. Rembrandt Bijbel terdiri atas dua jilid, yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Penerbitnya adalah Hugo Schmidt Verlag Munchen pada 1931.

Koleksi Museum Alkitab disusun secara kronologis. Koleksi yang pertama-tama dilihat adalah tablet tanah liat dengan tulisan Cuneiform (huruf paku). Artefak ini berasal dari kebudayaan Sumeria, memberi informasi bahwa masyarakat Sumeria telah mengenal sistem tulisan. Sistem tulisan tersebut kemudian dipakai dalam Alkitab.

Koleksi lain yang cukup tua berupa Perjanjian Baru Yunani keluaran 1588. Koleksi berukuran 7,3 cm x 5 cm ini tetap terpelihara baik. Begitu juga dengan Alkitab berbahasa Arab dan Perjanjian Baru tulisan tangan Bode. Bode adalah seorang penerjemah Alkitab Melayu.

Banyak informasi kealkitaban terdapat di museum ini. Dimulai dari sejarah komunikasi dan penulisan, perkembangan sistem tulisan, hingga sejarah penulisan Alkitab. Bagian lain menginformasikan sejarah penerjemahan Alkitab di Indonesia (1629-1813), Lembaga Alkitab Jawa (1814), dan Lembaga Alkitab Indonesia (1954). Alkitab-Alkitab beraksara Bugis dan Madura bisa juga dilihat di sini. Demikian juga Alkitab dalam berbagai bahasa di Nusantara, ada dalam lemari pajangan menjelang pintu keluar.


Paket Wisata

Museum Alkitab adalah bagian dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Museum ini terletak di lantai dua Gedung Pusat Alkitab yang memiliki delapan lantai. Peresmian gedung dilakukan pada 2012, otomatis museum pun ikut bersama-sama menempati gedung tersebut. Gedung Pusat Alkitab terletak di Jalan Salemba Raya Nomor 12, persis di seberang Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta Pusat.

Tujuan pendirian Museum Alkitab adalah untuk membantu umat Kristiani dan masyarakat umum yang membutuhkan informasi di bidang biblika atau kealkitaban. “Museum ini terbuka untuk anak-anak hingga orang dewasa. Kehadirannya memang untuk memudahkan masyarakat dalam mempelajari sejarah Alkitab dan kebudayaan masyarakat pada masa penulisan Alkitab, dengan cara yang mudah, santai, dan menyenangkan,” kata Ratna Yuli Wulandari.

Cikal bakal Museum Alkitab didirikan pada 25 Juli 2002. Namun pada 2010 dilakukan renovasi gedung LAI sehingga untuk sementara museum pindah ke percetakan LAI di Bogor.

Museum Alkitab menyelenggarakan Paket Wisata Alkitab bagi peserta rombongan 10-50 orang. Dalam paket ini peserta diajak mengunjungi Museum Alkitab dan melihat proses pencetakan Alkitab secara langsung di Percetakan LAI Bogor.

Masyarakat yang berminat dapat mengunjungi museum karena letaknya strategis, hanya beberapa belas meter dari halte bis Transjakarta Salemba Carolus. Museum buka setiap Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu 09.00-15.00 WIB. Harga tiket masuk hanya Rp3.000. Tidak seperti museum-museum lain yang tutup pada Senin, Museum Alkitab justru tutup pada Minggu.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, tersedia Perpustakaan Biblika di lantai 3. Perpustakaan sudah dilengkapi komputer dan wifi sehingga menambah kenyamanan buat pengunjung. Di lantai 3 itu, pengunjung juga bisa melihat tanaman-tanaman yang disebutkan dalam Alkitab, seperti papirus, kurma, dan zaitun. Suasana gedung sejuk karena dilengkapi pendingin udara. Tata pamer sangat memikat karena informatif. Sebagai alternatif pengisi liburan sekolah dan akhir tahun, Museum Alkitab pantas dikunjungi. (Djulianto Susantio)


Galeri Foto:

Bapa-kamiDoa Bapa Kami dalam ukuran 3 ½ mm x 3 ½ mm x 2 mm

Tablet-bertuliskan
Huruf paku pada tablet tanah liat, cikal bakal tulisan modern

PengunjungPengunjung Museum Alkitab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: